Take a fresh look at your lifestyle.

Sempat Diisolasi, ABK Asal Warureja Hanya Kena ISPA

221

SURADADI – Tim Satgas Mobile Covid-19 RSUD Suradadi menjemput warga Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, yang diduga terinfeksi Virus Corona, Rabu (11/3) sekitar pukul 10.00. Warga yang baru pulang berlayar sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Taiwan itu, mengalami gejala batuk dan demam yang mirip terpapar virus mematikan tersebut.
Informasi di lapangan, Tim Satgas Mobile Covid-19 RSUD Suradadi mendapatkan laporan dari Puskesmas Warureja yang mengetahui ada warga yang mengalami gejala batuk dan demam. Kecurigaan terpapar Virus Corona, karena warga dengan inisial nama TI (29) tersebut, baru pulang dari luar negeri. Usai mendapatkan informasi itu, Satgas langsung kerumah pasien tersebut untuk dilakulan pemeriksaan awal. Setelah diperiksa, Satgas dengan Alat Pelindung Diri (APD) membawa TI ke RSUD Suradadi untuk pemeriksaan lanjutan. Pasien langsung dimasukan ruang isolasi RSUD Suradadi.
“Baru pulang dari Taiwan sebagai ABK di kapal tuna lima hari lalu. Saat mau pulang, sudah mengeluh batuk dan demam,” kata saudara TI, KS (30) saat berada di RSUD Suradadi.
Dikatakan, TI yang sudah 2 tahun bekerja di Taiwan, saat akan terbang ke Indonesia mengaku mengalami batuk dan demam. Namun, TI mengaku hanya kecapaian. Setelah meminum obat, saudaranya itu sudah mulai sembuh. Saat kedatangan Satgas Covid-19, TI tak mengeluhkan penyakit yang diderita sebelumnya.
“Sudah sembuh. Tadi pagi periksa ke puskesmas, terus diminta periksa lab,” ujarnya.
Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan RSUD Suradadi, Ghofur menjelaskan, pihaknya mendapatkan pasien yang diduga terinveksi corona dari Puskesmas Warureja. Warga yang pulang dari Taiwan itu, mengalami gejala yang mirip terinveksi corona. Setelah dijemput, warga tersebut langsung tes laboratorium dan rontgen.
“Hasil laboratorium dan rontgen negatif. Pasien hanya mengalami ISPA,” terangnya.
Namun demikian, lanjut dia, pasien akan tetap dalam pantauan selama 14 hari. Jika pasien mengalami gejala-gejala lebih lanjut, pihak keluarga diminta untuk menghubungi Satgas Covid-19.
“Pasien dipulangkan, tapi tetap kami pantau,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA