Take a fresh look at your lifestyle.

Sembilan Ruko di Pasar Ulujami Terbakar

143

PEMALANG – Sembilan rumah toko (ruko) di pasar Ulujami, Kabupaten Pemalang terbakar, akibat terjadi konsleting listrik. Kebakaran tersebut bisa dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran dengan mengerahkan dua unit mobil damkar.

“Selasa, 14 Januari 2020 ada
laporan dari masyarakat tentang terjadinya kebakaran di Pasar Ulujami Kabupaten Pemalang.
Penyebab terjadinya kebakaran tersebut diperkirakan karena ada konsleting listrik, namun kejadian itu
telah di tangani oleh tim Damkar dengan menerjunkan dua unit mobil damkar,” ujar Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pemalang, Diar Hendrayanto, kemarin.

Dia mengatakan, meskipun saat ini sedang musim penghujan, tetapi bahaya kebakaran terus mengintai. Hal itu terbukti dengan adanya kasus kebakaran yang terjadi pada hari Selasa dini hari (14/1) di pasar Ulujami yang berada di pinggir jalur Pantura. Informasi awal dari salah satu anggota Polsek setempat yang memberitahu ada kejadian kebakaran. Berdasarkan info itu, satu unit mobil damkar meluncur ke lokasi, dan ada bantuan daru unit mobil damkar yang disiagakan di wilayah Comal. Dua unit mobil damkar beserta personil langsung bisa memadamkan ruko yang terbakar, sehingga tidak menjalar kebangunan lainnya. Diperkirakan kerugian material sekitar Rp 200 juta, sedangkan untuk korban jiwa dalam kejadian tersebut tidak ada. Terkait dengan penyebab terjadinya kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik. Masyarakat dihimbau untuk lebih berhati hati dan waspada serta harus sering mengecek intansi listrik agar tidak terjadi konsleting yang menyebabkan kebakaran.

“Khusus untuk kasus kebakaran pada tahun 2020 baru terjadi satu kali, hal itu sesuai dengan laporan yang diterima oleh tim pemadam di Pemalang. Bahaya kebakaran tidak hanya mengancam pada saat musim kemarau saja, tetapi musim penghujan seperti saat ini bisa terjadi,” tandasnya.

Ia mengatakan, untuk itu, pihaknya meminta pada masyarakat Pemalang untuk tidak bermain main dengan api, dan harus selalu mengecek kondisi kelistrikan di rumah masing masing, khususnya pada sambungan. Saat ini, tim Damkar masih terpusat di wilayah Kota Pemalang, tetapi di Comal juga sudah ada pos dan satu unit mobil damkar disiapkan. Namun untuk daerah selatan belum ada, sehingga apabila terjadi kebakaran sulit diatasi secara cepat. Untuk itu perlu adanya penambahan armada dan petugas yang ditugaskan di wilayah Selatan dan penambahan personil untuk Pemalang timur. Terkait dengan hal tersebut, pada tahun 2019 lalu ada penambahan satu unit mobil taktis pemadam. Apabila dilihat dari luas wilayah Pemalang mobil Damkar yang dimiliki sebenarnya masih kurang untuk bisa menjangkau seluruh wilayah Pemalang. Namun dengan keterbatasan anggaran, pengadaan sarana dan prasarana Damkar dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.(H77/Red_03)

BERITA LAINNYA