Take a fresh look at your lifestyle.

Semarak UMKM Pantura Ajang agar Teh Naik Kelas

140

TEGAL, smpantura.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal menyelenggarakan Semarak UMKM Pantura 2021. Kegiatan tersebut merupakan langkah untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Bank Indonesia terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021.

“Acara ini berlangsung selama dua hari, terdiri dari pameran UMKM sampai dengan capacity building UMKM agar naik kelas,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozi mengawali sambutan, Selasa (30/3) kemarin.

Dijelaskan dia, tema sentral yang diambil pada kegiatan Semarak UMKM Pantura 2021 yakni ‘Pesona TeKo Pantura’ Inspirasi Teh dan Kopi Indonesia, yang menampilkan produk-produk unggulan teh dan kopi mitra binaan KPw BI Tegal.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat tema teh, karena Tegal merupakan sentra lokasi produksi teh nasional. Dimana hampir semua merek teh yang terkenal seantero Nusantara mayoritas berasal dari Tegal.

“Secara khusus kami mengangkat teh kelas premium, khususnya yang diproduksi oleh UMKM pengolah teh mitra binaan kami. Harapannya, pamor teh kelas premium akan benar-benar muncul sebagai komoditas unggulan yang naik kelas, go digital, dan go export,” tegasnya.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Pribadi Santoso yang hadir secara virtual mengemukakan, UMKM Pantura merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan di KPw BI seluruh Jawa Tengah. Nantinya, kegiatan serupa akan dilanjutkan di Purwokerto, Solo dan Semarang dengan membawa tema tersendiri.

Menurut dia, di Tegal secara khusus mengangkat tema teh. Nantinya, di KPw BI Purwokerto mengangkat agrobisnis khas Karesidenan Banyumas. Sementara KPw BI Solo mengusung tema fesyen dan Semarang mengangkat UMKM dengan prioritaskan yang nantinya akan go ekspor.

“Harapannya UMKM dapat survive, dengan adanya pandemi kita harus melakukan adaptasi. Seluruh pihak bisa berkolaborasi bekerjasama, tidak hanya Pemerintah saja,” tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menjelaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian karena jumlahnya yang sangat banyak. Di Kota Bahari, jumlah UMKM binaan mencapai 930 unit dari jumlah total 1.940 sesuai data Dinkop UMKM Perdagangan.

Namun, sejak pandemi UMKM dihadapkan dengan penurunan kinerja usahanya. Sebagai upaya membangkitkan UMKM di tengah pandemi, Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

“Tujuan dari sisi produsen tentunya untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk. Sedangkan sisi konsumen untuk mendorong agar masyarakat lebih bangga, mencintai dan kemudian diikuti dengan membeli produk dalam negeri,” tutupnya. (T03-red)

 

BERITA LAINNYA