Take a fresh look at your lifestyle.

Seluruh Perangkat Desa Diminta Waspada

- 24 Ribu Lebih Warga Kabupaten Pekalongan Berdatangan

128

KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi meminta kepada seluruh perrangkat desa yang ada di 19 Kecamatan supaya waspada dengan perkembangan wabah covid 19. Pasalnya, saat ini lebih dari 24 ribu warga Kota Santri yang berada di luar kota berdatangan ke kampung halamannya. Hal ini tentunya cukup mengkhawatirkan, mengingat sebagian besar di antara warga yang mudik berasal dari daerah yang endemik virus corona.
Hal tersebut dikatakan Bupati usai menggelar telekonferens dengan para camat yang ada di wilayah kerjanya, belum lama ini. Apalagi dari laporan sejumlah daerahnya, ternyata ada tiga warganya yang positif terkena covid 19 yakni warga Bojong dan Sragi. Satu penderita kini masih ditangani di RSUD Kraton dan dua pasien lainnya dirawat secara isolasi mandiri dengan pengawasan dokter spesialis.
”Ketiga pasien ini selama dalam perawatan rumah sakit maupun karantina mandiri kondisinya sehat,” tegas dia kepada sejumlah wartawan.
Denga adanya kabar tiga warganya yang positif covid 19, membuat Bupati dan gugus tugas percepatan pencegahan penyakit ini sangat terkejut. Makanya perlu adanya kewaspadaan yang tinggi agar tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terkena wabah tersebut. Langkah yang dilakukan adalah pengawasan, khususnya yang berada di desa-desa, di mana warganya banyak yang pulang kampung.
Setiap orang yang baru datang dari luar kota, diharapkan wajib melaporkan ke pihak perangkat desa masing-masing. Dengan demkkian, sebelum berada di rumahnya, petugas sudah mengetahui kondisinya, apakah terbebas dari corona atau tidak. Kemudian mereka jua harus mengikuti prosedur pencegahan penyebaran virus corona sesuai dengan aturan di pusat yakni melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
”Demi kepentingan bersama, saya mengharap kepada semua warga yang baru pulang dari luar kota memeriksakan kesehatannya sendiri dan tetap berada di rumah selama 14 hari,” paparnya.
Selanjutnya dijelaskan, pencegahan penyebaran covid 19 memang tidak bisa dikerjakan oleh satu kelompok maupun lainnya, namun harus bersama-sama. Tim gugus tugas Kabupaten Pekalongan selama ini telah berupaya melakukan tindakan dengan beberapa kegiatan antisipasi maupun edukasi ke masyarakat. Di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum, penyediaan tempat cuci tangan, dan lainnya.
Kemudian juga membuat pos pengawasan terhadap para pemudik dari luar kota di tiga lokasi. Untuk itu, para pemudik juga harus bisa diajak kerjasama dengan cara datang ke perangkat desa atau RT dan laporan kalau baru pulang dari luar kota. Kemudian dengan kesadaran diri, tidak meninggalkan rumah sesuai dengan arahan pemerintah guna mengantisipasi penularan covid 19. (Achid Nugroho/R8- )

BERITA LAINNYA