Take a fresh look at your lifestyle.

Selesai Direvitalisasi, Fraksi Gerindra Minta Alun-alun Dibuka

107

TEGAL – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Tegal meminta Pemerintah setempat dapat segera membuka ruang publik, Alun-alun yang telah selesai direvitalisasi pada 2020 lalu. Sebab, hingga saat ini kawasan tersebut masih tertutup rapat dengan pagar seng yang dipasang memutar.

“Sudah ada proses serah terima dari rekanan ke Pemkot (Disperkim) pada Desember 2020. Sesuai ketentuan, agar segera bisa dinikmati masyarakat harus segera dibuka agar bisa dinikmati hasil dari pekerjaan 2020,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra, Sisdiono Ahmad, Rabu (3/2) lalu.

Menurutnya, alasan pandemi Covid-19 tidak jadi soal. Asalkan terdapat petugas yang berjaga untuk menertibkan protokol kesehatan (prokes) saat banyak warga yang berkunjung. Terlebih, saat ini Pemkot telah memiliki ratusan petugas Satpol PP baru.

Sisdiono yang juga Sekretaris Komisi III DPRD ini menyebut, proyek senilai Rp 10 miliar itu merupakan proyek satu paket yang sudah selesai dikerjakan.

“Secara anggaran sudah selesai satu paket, jadi bukan anggaran multiyears. Jadi biar masyarakat bisa segera menikmati proyek Rp 10 miliar ini saya minta segera dibuka,” katanya.

Sisdiono mengatakan, jika Alun-alun tak kunjung dibuka meski pengerjaan sudah diserahterimakan, maka akan timbul pertanyaan publik. Sementara terkait adanya proses hukum yang sedang ditangani Kejaksaan terkait proyek tersebut, Sisdiono mengaku belum mengetahuinya.

“Jangan sampai masyarakat dibuat bingung. Sudah rampung direvitalisasi tetapi kok tidak dibuka. Kalau soal proses hukum saya tidak tahu dan jika memang ada penyimpangan ya diproses saja,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Eko Setyawan, saat ditemui tak banyak berkomentar mengenai permintaan dari Fraksi Gerindra. Pria berkacamata ini hanya berkomentar seputar pandemi.

“Dibukanya nanti. Masih pandemi,” singkatnya saat ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kompleks Balai Kota setempat, Kamis (4/3). (*)

BERITA LAINNYA