Take a fresh look at your lifestyle.

Selama Pandemi, Aset dan Penyaluran Kredit BPR-BPRS Meningkat

108

TEGAL, smpantura.com – Pertumbuhan industri BPR-BPRS sebagai ujung tombak pengembangan pelayanan jasa keuangan kepada UMKM, diharap semakin membaik seiring dengan semangat kebangkitan nasional.

Terlebih, sehari setelah memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-113, BPR-BPRS juga merayakan HUT yang ke lima. Demikian disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal, Ludy Arlianto melalui keterangan tertulisnya, Jumat (21/5) pagi.

“Kami sampaikan selamat hari ulang tahun kepada seluruh insan pelaku BPR-BPRS. Khususnya bagi BPR-BPRS yang berada di wilayah kerja OJK Tegal (Eks-Karesidenan Pekalongan),” ujar Ludy.

Masih dalam keterangan tertulisnya, Ludy menyebut, selama pandemi industri BPR-BPRS termasuk industri yang cukup tangguh dalam menghadapi kondisi yang sulit dan penuh tantangan.

Bahkan, hingga Maret 2021 lalu, aset industri BPR-BPRS yang berada di wilayah kerja OJK Tegal mencapai Rp 2,6 triliun atau tumbuh 3,10 persen dibandingkan posisi tahun lalu.

“Alhamdulillah, mereka juga dapat menyalurkan kredit hingga Rp 1,9 triliun atau tumbuh 3,86 persen,” jelasnya.

Selain itu, fungsi intermediasi juga dapat dijalankan dengan baik. Hal ini terlihat dari tabungan yang tumbuh sebesar 1,10 persen dan deposito tumbuh sebesar 1,98 persen dibanding setahun yang lalu.

Ditambahkan Ludy, pihaknya bersama BPR-BPRS terus berperan aktif membantu Pemerintah dalam Permulihan Ekonomi Nasional, sebagaimana dapat dilihat dari jumlah realisasi kredit restrukturisasi kredit Covid-19 per April 2021 sebesar Rp 314,29 miliar.

“Tidak bisa dipungkiri, bahwa industri BPR-BPRS saat ini hidup dalam ekosistem ekonomi yang sangat dinamis, penuh dengan persaingan usaha, regulasi yang berubah dan hadirnya disrupsi teknologi,” tegasnya.

Menurut Ludy, pandemi semakin mempercepat pergeseran preferensi konsumen dari tradisional ke perangkat digital. Melihat kenyataan tersebut, Industri BPR-BPRS harus melakukan inovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi yang ada.

“BPR-BPRS tidak bisa lagi menunggu terlalu lama untuk menyiapkan diri dan berinvestasi dalam transformasi digital. Karena pelanggan semakin ingin beralih ke fitur digital seperti pembayaran tagihan, pembayaran seluler, dan aplikasi pinjaman,” ucapnya.

Sementara, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Tegal, Khojin secara terpisah menyampaikan, tantangan ke depan bagi Perbarindo dan pengurus BPR-BPRS yakni menciptakan inovasi produk-produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Termasuk di dalamnya, layanan pendukung yang saat ini pelan tapi pasti mulai beralih menuju digitalisasi.

“Salah satu pekerjaan rumah kami di Perbarindo tentunya mendorong BPR-BPRS untuk dapat segera menyiapkan SDM yang mampu merespon hal ini,” tutupnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA