Take a fresh look at your lifestyle.

Selama MPLS Orangtua Diwajibkan Antar Jemput Anak

72

SLAWI- Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilakukan sekolah-sekolah di Kabupaten Tegal dengan menerapkan  protokol kesehatan. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinnya penularan Covid-19 dan mengantisipasi munculnya klaster baru di daerah.

Selain menyiapkan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan , sabun, mengupayakan siswa untuk jaga jarak, sekolah juga mewajibkan orangtua siswa mengantar dan menjemput siswa sesuai jam yang telah ditentukan.

“Kami tekankan pada orangtua agar anak diantar jemput, karena kami belum yakin dengan transportasi umum,”terang Kepala SMP 1 Slawi, Alfatah, usai upacara pembukaan MPLS di SMP 1 Slawi, Senin (13/7).

Alfatah menyebutkan, dilaksanakannya MPLS secara tatap muka selain berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal, juga atas seizin komite dan orangtua siswa.

“Untuk melaksanakan kegiatan MPLS tatap muka ini, sekolah terlah berupaya melengkapi  sarana prasarana protokol kesehatan , sehingga semua berjalan dengan lancar,”sebutnya.

Alfatah menyebutkan, bagi orangtua yang masih ragu-ragu dengan kegiatan tatap muka atau siswa  yang sakit diberi kelonggaran untuk tidak berangkat ke sekolah.

Kegiatan MPLS dilaksanakan selama enam hari mulai 13-18 Juli 2020, selama tiga jam mulai pukul 07.00 sampai 10.00 tiap harinya. Pihaknya jugamelarang pedagang berjualan di lingkungan sekolah,sehingga siswa diminta membawa bekal sendiri.

Alfatah menyebutkan, pada tahun ajaran baru 2020/2021 SMP 1 Slawi menerima 292 siswa atau sembilan rombongan belajar. Penerapan jaga jarak dilakukan dengan mengisi ruang kelas separo kapasitas, sehingga satu ruang kelas hanya diisi 18 siswa.

“Untuk MPLS ini kami gunakan 18 kelas dari 27 kelas  yang tersedia,”sebutnya.

UPACARA: Siswa baru SMP 1 Slawi mengikuti upacara bendera di hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah , Senin (13/7). (smpantura.com/Sari)

Sekolah juga telah membentuk gugus tugas tingkat satuan pendidikan dengan ketua komite sebagai pengarahnya.

Gugus tugas ini bertugas mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dan melengkapi sarana prasarana seperti thermo gun, penyemprotan disinfektan yang dilakukan setiap sore. Kegiatan MPLS dilakukan di dalam ruang, hanya

SMP 1 Slawi, kata Alfatah, telah menyiapkan tiga skema untuk pembelajarandi masa adaptasi kebiasaan baru. Yakni pembelajaran tatap muka , pembelajaran jarak jauh dan kombinasi antara jarak jauh dan tatap muka.

“Untuk jarak jauh dilakukan sesuai kemampuan masing-masing guru, ada yang melalui zoom meeting , microsoft office 365 sampai yang paling sederhana WA. Harapannya semua mendapt pelayanan, merek ayang tidak punya hape bisa datang ke sekolah dan akan kami layani,”sebutnya.

Untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, sekolah menyiapkan kuota untuk siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP). Untuk siswa kelas VII, data sementara ada 37 siswa yang akan mendapat bantuan kuota senilai Rp 50.000.

Di hari pertama MPLS, sejumlah orangtua tampak menyaksikan anaknya mengikuti kegiatan tatap muka perdana sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan di sekolah.  Seperti dilakukan Eli Dewiyanti (45) orangtua  dari Aditya Raihan (11) siswa kelas VII.1 .

Bersama sejumlah orangtua siswa lainnya, Eli tampak berdiri di depan ruang kelas, mengikuti jalannya upacara bendera.

“Saya kira ini sudah aman, anak-anak semuanya pakai masker dan cuci tangan,”sebutnya.

Sementara di SMA 1 Slawi, MPLS dilakukan secara tatap muka dengan mengatur kehadiran siswa. Kepala SMA 1 Slawi, Mimik Supriyatin mengatakan jumlah siswa kelas X  yang diterima ada 317 orang atau sembilan kelas. MPLS diadakan selama tiga hari mulai 13-15 Juli 2020 sesuai aturan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dilakukan di aula sekolah.

SERAGAM: Siswa baru SMA 1 Slawi mengamati dan memilih ukuran seragam olahraga sekolah yang dipajang di halaman sekolah, Senin (13/7).(smpantura.com/Sari)

“Untuk setiap harinya ada tiga kelas yang masuk mengikuti MPLS tatap muka. Kegiatan dibagi dua sesi. Sesi pertama untuk dua kelas mulai pukul 07.30 sampai dengan 09.30, kemudian sesi kedua mulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00,”jelas Mimik,Senin (13/7).

Kegiatan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan kepala sekolah, perkenalan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan wali kelas serta penayangan profil sekolah.

Kemudian pemberian materi edukasi pencegahan Covid-19, materi sistem kredit semester (SKS) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sosialisasi tata tertib, info seragam sekolah, dan menyanyikan lagu nasional.

Sekolah tersebut, juga  mewajibkan orangtua siswa mengantar dan menjemput siswa. Saat jam pulang , siswa berbaris rapi dan dipanggil satu per satu manakala sudah dijemput orangtua /saudara. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA