Take a fresh look at your lifestyle.

Sejumlah Wilayah di Kota Pekalongan Dikepung Banjir

166
  • Ribuan Warga Mengungsi

PEKALONGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Pekalongan dan sekitarnya, sejak Rabu (19/2) sore – Kamis (20/2) pagi mengakibatkan sejumlah perkampungan banjir. Banjir kali ini merupakan banjir terparah, sejak datangnya musim penghujan tahun ini. Disamping curah hujan tinggi, banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Bremi dan Sungai Meduri.Dari empat kecamatan di Kota Batik, wilayah terparah terdampak banjir yakni di Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Hampir di seluruh wilayah tersebut tergenang air dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 80 sentimeter, sehingga warga terpaksa mengungsi di lokasi yang aman bebas dari banjir karena rumahnya tergenang banjir.

Hingga Kamis (20/2) siang di Kota Pekalongan sebanyak 983 jiwa mengungsi yang berada di beberapa lokasi pengungsian. Diantaranya, di Aula Kecamatan Tirto 185 jiwa, Kelurahan Tirto 110 jiwa, Masjid Al Karomah 454 jiwa, Musala Al Ihsan 62 jiwa dan Masjid Darul Istiqamah 172 jiwa. Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Saminta, melalui Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Dimas Arga Yudha menjelaskan, banjir dimulai sejak Rabu malam usai Maghrib akibat hujan deras dan luapan Sungai Meduri dan Bremi. Menurutnya, akibatnya hampir 80 persen wilayah di Kota Pekalongan tergenang. “Yang paling parah di Kecamatan Pekalongan Barat, utamanya di Kelurahan Tirto,” tutur Dimas.

Pihaknya menambahkan, dalam rangka mengantisipasi hal yang tak dingginkan, BPBD bersama para relawan, tim SAR, TNI, Polri sejak Rabu (19/2) malam melakukan evakuasi terhadap warga. Hal itu dilakukan untuk memastikan masyarakat aman. Sementara, ditanya jumlah warga yang mengungsi menurutnya masih terus berubah karena proses evakuasi hingga Kamis siang masih berlangsung. Disamping itu, warga yang sudah diungsikan, ada yang sudah kembali untuk melihat kondisi rumahnya masing-masing. Bantuan bagi warga terdampak banjir, kata dia, sudah mulai disalurkan. Pemkot Pekalongan bersama instansi dan pihak terkait selain memastikan tempat pengungsian aman dan layak dari sisi tempat maupun fasilitas, juga mendistribusikan makanan siap santap di pengungsian.

Berdasarakan data BPBD Kota Pekalongan hingga Kamis (20/2) siang, jumlah pengungsi di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat mencapai 1.109 orang, berasal dari Kelurahan Tirto, Pasirkratonkramat, dan Bendan Kergon. Di Masjid Al Karomah sendiri berjumlah 454 orang, di Aula Kelurahan Tirto 166 orang, di Musala Al Ikhsan 62 orang, di Musala Darul Istiqomah 172 orang, di Aula Kecamatan Pekalongan Barat 185 orang, di Aula Kantor Kelurahan Pasirkratonkramat 25 orang, dan di Masjid RSUD Bendan 45 orang. Kemudian di Kecamatan Pekalongan Utara, pengungsi sejumlah 39 orang. Mereka berasal dari Kelurahan Padukuhankraton dan Krapyak. Diantaranya mereka mengungsi, di Musala Al Muhajirin Pabean sebanyak 25 orang, di Musala As Sunah (Krapyak) 4 orang, dan di Musala Al Aqsa (Krapyak) 10 orang.

Sementara untuk Kecamatan Pekalongan Timur maupun Pekalongan Selatan, belum ada warga yang mengungsi. Meski demikian, warga di empat kelurahan di Kecamatan Pekalongan Timur membutuhkan droping bantuan makanan. Antara lain, Kelurahan Baros sekitar 500 orang, Kelurahan Poncol 1.000 orang, Kelurahan Gamer 700 orang, dan Kelurahan Setono 300 orang. Logistik makanan untuk warga Pekalongan Timur ini rencananya akan didroping dari posko dapur umum setempat yang akan didirikan di Kelurahan Kalibaros, Poncol, dan Kantor Kecamatan Pekalongan Timur.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto saat melakukan tinjauan langsung ke lokasi banjir menyatakan, bahwa sebagai respon tanggap darurat bencana alam, pihaknya sudah melakukan aksi spontanitas berupa evakuasi warga dan pendampingan di beberapa titik pengungsian. “Sudah sejak tadi malam kita kerahkan pasukan untuk membantu warga yang terdampak banjir, baik itu evakuasi maupun membantu masyarakat di pengungsian dan distribusi logistik mereka,” tegas Dandim.

Dikatakan, karena situasi cuaca masih belum menentu pihaknya akan terus mengerahkan pasukannya untuk membantu warga dengan semaksimal mungkin. “Kita lihat cuaca masih belum menentu dan pengungsi masih bisa bertambah, sehingga kita akan terus kerahkan anggota untuk selalu membantu masyarakat yang terdampak banjir,”pungkasnya. (Kuswandi/Red)

BERITA LAINNYA