Take a fresh look at your lifestyle.

Sejumlah Rumah Makan di Brebes Ditemukan Pakai Elpiji Bersubsidi

111
  • Sidak, Tim Pertamina dan Pemkab Amankan 42 Tabung

BREBES – Sejumlah rumah makan di Kota Brebes ditemukan menggunakan gas elpiji bersubsidi saat inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan Pemkab Brebes dan Pertamina wilayah Tegal, Senin (29/7). Bahkan, tim gabungan mengamankan sebanyak 42 tabung elpiji 3 kg yang digunakan untuk memasak, dan diminta ditukar dengan tabung gas non subsidi ukuran 5,5 kg.

Sidak tim gabungan tersebut dilakukan karena disinyalir banyak rumah makan non UMKM di Kota Bawang memakai elpiji bersubsidi untuk kebutuhan di dapur. Hal itu telah melanggar aturan karena elpiji bersubsidi diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM.

Sebanyak 7 rumah makan didatangi tim gabungan dalam sidak tersebut. Hasilnya, lima rumah makan ditemukan masih menggunakan elpiji bersubsidi dan dua lainnya sudah menggunakan elpiji non susbsidi. “Tadi kami mendatangi 7 rumah makan bukan UMKM di wilayah Kecamatan Brebes. Hasilnya, lima rumah makan memakai elpiji bersubsidi. Dari lima rumah makan ini kami menemukan 42 tabung gas 3 kg yang digunakan untuk memasak. Bahkan, ada satu rumah makan yang memiliki 14 tabung gas 3 kg,” ungkap Sales Ekesekutif LPG PT Pertamina Tegal Sandy Rahardian, usai sidak.

Atas temuan itu, kata dia, tim langsung meminta pemilik rumah makan untuk mengganti tabung gasnya dengan non subsidi. “Kami langsung minta menukar tabung gas bersubsidi itu dengan non subsidi yang telah kami sediakan. Untuk dua tabung gas bersubsidi, kami tukar dengan satu tabung non subsidi ukuran 5,5 kg,” jelasnya.

Menurut dia, masih banyaknya rumah makan bukan usaha mikro yang masih menggunakan tabung elpiji subsisdi, menjadi salah satu penyebab warga kesulitan mencari tabung gas 3 kg tersebut. Dicontohkannya, saat monitoring ditemukan satu rumah makan memiliki sedikitnya 14 tabung elpiji bersubsidi. Artinya, itu bisa jadi mengurangi penerimaan kepada warga yang berhak mendapatkan gas subsidi tersebut.“Untuk itulah, kami melakuka sidak agar pemanfaatan gas elpiji bersubsidi ini tepat sasaran. Rumah makan non UMKM tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi ini,” tandasnya.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Pemkab Brebes, Julianing Pirulah Dewi mengatakan, untuk saat ini stok elpiji di Kabupaten Brebes masih aman. Hanya saja, untuk mencegah terjadinya penggunaan elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran, pihaknya terus lakukan pemantauan ke bebrapa tempat. “Hasilnya, kami masih menemukan elpiji subsidi yang digunakan rumah makan non UMKM. Sidak ini terus akan kami lakukan untuk menekan penyalahgunaan pemanfaatan elpiji bersubsidi. Setelah Kecamatan Brebes, kami melanjutkan ke Tanjung, Ketanggungan dan beberapa wilayah lain,” ucapnya.

(Setiawan/ red38)

BERITA LAINNYA