Take a fresh look at your lifestyle.

Sejumlah Pustu di Kabupaten Tegal Memprihatinkan

264

SLAWI – Sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten Tegal sebagai salah satu layanan dasar kesehatan, kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, tiga Pustu yang telah dikunjungi Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal nyaris ambruk. Kondisi itu mendesak diperbaiki sebelum memakan korban jiwa.

“Sedih melihat Pustu yang kondisinya rusak parah. Padahal, Pustu merupakan layanan dasar kesehatan untuk mendekatkan ke masyarakat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh, kemarin.

Ketua Fraksi PKB itu mengaku prihatin setelah melihat Pustu di tiga tempat, yakni Harjawinangun di Kecamatan Balapulang, Timbangreja di Kecamatan Lebaksiu dan Slaranglor di Kecamatan Dukuhwaru. Pustu tersebut dinilai tidak layak dijadikan tempat layanan kesehatan. Selain bangunan yang sudah rapuh, fasilitas di Pustu juga sangat minim. Kendati hanya untuk melayani penyakit ringan, namun layanan kesehatan harus representatif.

“Tidak ada perhatian dari Pemkab Tegal. Sudah berkali-kali diusulkan, tapi belum direalisasi,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan Pustu di Timbangreja lebih rumit. Status tanah yang dibangun Pustu diduga tidak jelas. Infonya tanah itu diklaim milik desa, dan status Pustu hak guna pakai. Direcanakan, lokasi tersebut akan dimanfaatkan desa untuk pembangunan kios-kios. Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal dinilai tidak memperhatikan persoalan itu. Kondisi terparah di Pustu Harjawinangun yang nyaris roboh yang sudah ditopang dengan bambu, sehingga pelayanan kesehatan dipindahkan ke Kantor Desa setempat.

“Ini harus segera diselesaikan, mengingat Pustu sangat membantu warga yang lokasinya jauh dari Puskesmas,” tegas  Hj Noviatul Faroh  yang akrab disapa Hj Novi itu.

Lebih lanjut dikatakan, Pustu yang buka hanya dua kali dalam seminggu itu, berjumlah 64 unit. Pihaknya berencana kembali melakukan kunjungan ke sejumlah Pustu yang diinformasikan mengalami kerusakan. Tujuannya agar tahun berikutnya bisa dianggarkan untuk diperbaiki. Komisi IV meminta Dinkes untuk memprioritaskan pembangunan Pustu di tahun mendatang.

“Kami akan pangkas kegiatan Dinkes yang kurang penting. Anggaran itu nantinya digunakan untuk pembangunan Pustu,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA