Take a fresh look at your lifestyle.

Sedekah Laut, Nelayan Batang Larung Sesaji Kepala Kerbau

74

BATANG- Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat pesisir utara Batang tetap menggelar tradisi sedekah laut. Tradisi yang dikenal dengan nyadran oleh masyarakat nelayan Batang digelar Kamis (3/9), dan kali ini tidak semeriah tahun – tahun sebelumnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo mengatakan, tradisi sedekah laut kali ini di luar kebiasaan. Disamping lagi pandemi Covid-19, persiapan perencanaan hanya mempunyai waktu lima hari.

” Terlaksananya tradisi nyadran atas desakan masyarakat nelayan. Sedianya memang tidak ada kegiatan seremonial. Tapi hanya ritual larung sesaji kepala kerbau ke tengah laut,” kata Teguh Tarmujo.

Dia menjelaskan, pemerintah daerah meminta tradisi nyadran selamatan masyarakat nelayan untuk di tunda yang mengundang banyak masa. Namun meskipun pelaksanaan berlangsung sederhana, tapi tetap saja pengunjung membeludak karena selama enem bulan terakir ini mereka haus akan hiburan.

Tarmujo menjelasakan, masyarakat nelayan dalam aktivitas mencari ikan di laut selama ini tidak ada kendala, karena ada kemudahan regulasi.

” Kendalanya sekarang hasil tangkapan ikan banyak, tapi pemasarannya yang sulit karena pabrik olahan ikan pada tutup karena pandemi,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat pesisir Batang Karbukti menambahkan, kegiatan nelayan untuk sedekah laut di bulan Muharram memang sudah menjadi tradisi turun temurun.

” Karena nyadran itu tradisi turun temurun yang esensinya wujud rasa sykurur, maka tetap kita laksanakan secara sederhana dengan doa bersama dan larung sesaji. Untuk orkes dangdut dan wayangan kita tiadakan,” katanya. (Trisno Suhito-red17)

BERITA LAINNYA