Take a fresh look at your lifestyle.

Sebanyak 3.822 Tenaga Kesehatan Telah Divaksin di Kabupaten Tegal

64

SLAWI – Vaksinasi Covid-19 tahap I dengan sasaran tenaga kesehatan dan penunjang di Kabupaten Tegal telah mencapai 70,28 persen sasaran. Sebanyak 3.822 tenaga kesehatan dan penunjang telah mendapat suntikan dosis pertama vaksin Covid-19, sejak 25 sampai 30 Januari 2021.

“Data riil tenaga kesehatan dan penunjang yang telah divaksinasi sebanyak 3.822 orang dari sasaran riil yang datang 5.438 orang,”jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Joko Wantoro, Senin (8/2).

Menurut Joko, cakupan vaksinasi tahap I tidak mencapai 100 persen. Masih tersisa 1.616 orang yang belum mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Covid-19. Hal ini disebabkan beberapa hal. Secara rinci , 463 orang ditunda disuntik vaksin, karena saat datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, sehingga belum layak mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Kemudian 166 orang tidak hadir dan 987 orang dinyatakan eksklusif, diantaranya karena penyintas Covid-19, memiliki komorbid atau penyakit peserta, penyakit berat lain maupun sedang menyusui.

Joko menyebutkan, mereka yang belum mendapatkan vaksin akan diikutkan pada pemberian vaksin tahap II, bersama dengan para pemberi layanan publik, seperti TNI, Polri, PNS, pegawai BUMN, perangkat desa dan anggota DPRD. Adapun penyuntikan dosis kedua vaksin bagi tenaga kesehatan dan penunjang telah dimulai Senin (8/2), dan ditargetkan selesai dalam sepekan kedepan. Vaksinasi dilakukan di 29 Puskesmas, 9 rumah sakit dan 1 klinik Polres Tegal. Mengenai vaksinasi tahap II bagi pemberi layanan publik, Joko menyebutkan,pihaknya belum dapat memastikan kapan waktunya.

“Rencananya tanggal 22 Februari, tapi tidak tahu apakah akan maju atau mundur, tergantung ketersediaan vaksin,”sebutnya.

Joko menyebutkan, dengan adanya perintah dari Kementerian Kesehatan untuk memberikan vaksin terhadap tenaga kesehatan yang berusia 60 tahun ke atas, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap tenaga kesehatan tersebut. Pendataan dilakukan karena tenaga kesehatan yang telah pensiun tidak masuk ke dalam data sistem informasi sumber daya kesehatan (SISDMK).

Sementara itu, hasil evaluasi penyuntikan vaksin dosis pertama kepada tenaga kesehatan dan penunjang, tidak ditemukan kejadian ikutan pasca operasi (KIPI) berat. “KIPI yang dialami kategori ringan. Ada yang setelah disuntik merasa mual, pusing dan lapar. Tidak ada KIPI berat di Kabupaten Tegal,”tuturnya.

BERITA LAINNYA