Take a fresh look at your lifestyle.

Satukan Visi, BP Jamsostek Tegal Gelar Sosialisasi SIAPP82

149

TEGAL – Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kota Tegal menggelar sosialisasi prosedur pelayanan kecelakaan kerja dan kembali bekerja serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 (SIAPP82), di RSI Harapan Anda, Rabu (11/3).

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi perusahaan atau mitra yang bekerjasama dengan BP Jamsostek, yang melayani pasien peserta BP Jamsostek,” ujar Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Kota Tegal, Novri Annur.

Menurutnya, saat ini banyak sekali perubahan kebijakan yang salah satunya masih berpegangan pada aturan lama. Namun, kebijakan-kebijakan baru tersebut, diharapkan pemerintah dapat mempersingkat dan mempercepat segala sesuatunya. Termasuk pelayanan prima kepada peserta BP Jamsostek.

Dengan diadakannya sosialisasi prosedur pelayanan kecelakaan kerja dan kembali bekerja yang diikuti mitra kerjasama, baik rumah sakit dan klinik, maka diharap bisa meningkatkan tata kelola sesuai dengan prosedur yang benar.

Terlebih, masih terjadi kerancuan antara BP Jamsostek maupun BPJS Kesehatan di tengah masyarakat. Sebab, beberapa kali Novri masih mendapati adanya peserta yang salah kaprah memaknai BP Jamsostek. Dimana sebenarnya, BP Jamsostek merupakan layanan jaminan sosial untuk tenaga kerja.

“Kita hadir untuk melayani para tenaga kerja. Misalnya saja, kecelakaan tunggal. Insiden ini dapat ditanggung BP Jamsostek, manakala posisi tenaga kerja pergi dengan aktivitas di perusahaan dan dia kembali lagi ke perusahaan,” bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, Heru Setyawan, menyambut baik kegiatan tersebut. Dirinya berharap, mitra BP Jamsostek dapat menjamin semua pekerja terjamin hak-haknya.

Selain itu, dia juga meminta seluruh komponen bersinergi, sebagai perwujudan memberikan hak para pekerja yang diikutkan BP Jamsostek. Perwujudan itu tak luput dari memprioritaskan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

“Pihak-pihak terkait harus saling memahami prosedur yang tepat. Ada timbal balik, mendorong dan meminta bagaimana kepesertaan pekerja ketika terjadi musibah, dia berhak mendapat pelayanan prima,” pungkasnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA