Take a fresh look at your lifestyle.

Satu Siswa SD Terkonfirmasi Positif Covid-19

70

SLAWI-Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal terus bertambah.  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal mencatat, pada Kamis (30/7) terdapat tambahan empat kasus positif Covid-19.

Dari empat kasus tersebut, satu pasien adalah anak sekolah usia 8 tahun dari wilayah Puskesmas Penusupan, Kecamatan Pangkah.

“Hari ini, bertambah empat kasus. Data belum diterima lengkap. Tapi yang jadi perhatian kita, satu dari empat kasus adalah anak usia sekolah usia delapan tahun dari wilayah Puskesmas Penusupan,”terang  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, dr Joko Wantoro pada konferensi pers terkait evaluasi adaptasi kegiatan baru di lingkungan pondok pesantren yang dilaksanakan di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal,Kamis (30/7).

Menurut Joko, anak tersebut telah melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka di sekolahnya, sehingga dilakukan pelacakan terhadap guru dan teman-teman yang kontak dengannya.

Pelacakan tidak hanya dilakukan di SD tempat sekolah anak tersebut, tetapi juga di madrasahnya.

“Ini jadi perhatian kita semua, karena kalau kontaknya cukup banyak dan bisa menularkan pada banyak anak, maka ini akan menjadi sebuah ledakan,”tuturnya pada acara yang dipandu oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tegal, Dessy Arifianto.

Joko menegaskan, untuk kasus anak usia 8 tahun ini, proses penularan virus Korona dari keluarga,  bukan dari sekolah.

Kakek anak tersebut sebelumnya sudah dinyatakan positif Covid-19. Kakeknya diketahui bekerja di Jakarta dan pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit. Salah satu kontak eratnya adalah cucunya tersebut.

“Kami swab hasilnya positif. Sementara keluarga lain , ibunya negatif,”ucap Joko.

Dengan hasil swab positif, anak tersebut diisolasi mandiri di rumah.Sebab, kondisi klinisnya baik dan tidak mengeluh sakit.

Untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut, anak tersebut tidak diperbolehkan ke sekolah dan madrasah.

Dengan adanya kasus tersebut , Gugus Tugas akan melakukan koordinasi  dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membahas masalah ini.

“ Apabila hasil swab dari anak yang kontak maupun dari madrasah ada yang positif maka harus dilakukan langkah antisipasi agar tidak menyebar lebih banyak,”tutur Joko.

Dengan terus bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, Joko mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Sejak awal kita tidak tahu di Kabupaten Tegal puncaknya kapan, karena sampai sekarang kasus masih bertambah. Kita tidak tahu kapan akan menurun,”sebutnya.

Joko menyebutkan, sehari sebelumnya, Rabu (29/7), jumlah kasus positif Covid-19 bertambah enam orang sehingga secara keseluruhan terdapat 50 kasus positif.  Dari jumlah tersebut, 38 orang telah sembuh dan 5 orang meninggal.Kemudian yang dirawat ada 5 kasus dan 2 kasus masih isolasi mandiri.

“Artinya angka kematian Covid-19 di Kabupaten Tegal 5 per 50 atau 10 persen,”ungkapnya.

Berkaitan dengan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran di pondok pesantren di Kabupaten Tegal, kata  Joko, hingga kemarin belum pernah dijumpai kasus  positif Covid-19 dari adaptasi kegiatan baru di pondok pesantren.

Meski demikian, tetap perlu diwaspadai, karena ada satu kasus di Kabupaten Tegal yang sumbernya dari Ponpes di Rembang.

“Saat ini (pasien) ada di Kabupaten Tegal  dan sudah melampaui masa perawatan , dan dinyatakan klinisnya baik dan sembuh,”imbuhnya.

Joko menambahkan, dari 50 kasus positif di Kabupaten Tegal,  43 kasus dari impor atau luar kota , sedangkan  7 kasus yang berkembang atau menjadi turunan dari kasus yang sudah ada.(Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA