Take a fresh look at your lifestyle.

Satu Pasien Covid-19 di Kabupaten Tegal Meninggal Dunia

153

ADIWERNA – Satu orang pasien Covid-19 asal Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna meninggal dunia saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pemerintah dr Kariadi Semarang.

Pasien perempuan, berinisial EP (39) yang berprofesi sebagai dokter spesialis di RSUD Kardinah ini meninggal dalam perjalanan sekitar pukul 16.15 . Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan adanya komorbid berupa penyakit jantung.

Informasi ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal dr. Joko Wantoro pada Kamis (4/6) petang.

Sebelumnya diberitakan, EP bersama ibunya, ST (57), ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Kardinah Kota Tegal. Diduga, keduanya tertular virus Korona dari adik EP yang juga anak dari ST. Adapun adik dari EP yang merupakan warga Kota Semarang ini juga tengah dirawat di RSUD Kardinah sebagai pasien Covid-19.

Joko mengatakan, pasien ST yang sebelumnya tercatat sebagai warga Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna dianulir, diubah sesuai dengan alamat KTP dan lama tinggal atau tempat domisilinya di Kota Semarang. Perihal ini pun telah disepakati bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Dengan meninggalnya pasien EP, kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Tegal menjadi empat orang.

Sementara itu,  akumulasif  kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di  Kabupaten Tegal berkurang  satu kasus, menjadi 19 kasus . Pengurangan ini karena alih pencatatan pasien ST sebagai warga Kota Semarang.

“Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal kini menjadi 19 orang, dengan rincian 12 orang sembuh, tiga dirawat di rumah sakit dan empat orang meninggal dunia,” kata Joko.

Adapun  pasien EP telah dimakamkan di kompleks pemakaman umum di Desa Pagiyanten pada Kamis (4/6) malam  pukul 21.00 dengan prosedur  pemakaman jenazah Covid-19.

Pada siaran pers yang dilakukan Rabu (3/6), Joko menjelaskan, pasien ST pertama kali masuk ke rumah sakit tanggal 30 Mei 2020 sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dengan keluhan demam dan batuk. Sedangkan anaknya, EP, tidak memiliki gejala klinis Covid-19. Hanya karena adiknya kemudian ditetapkan sebagai pasien Covid-19, maka EP pun menjalani rapid test dengan hasil reaktif yang dilanjutkan pemeriksaan swab dengan hasil positif. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA