Take a fresh look at your lifestyle.

Satu Korban Tenggelamnya KRI Nanggala 402 dari Kabupaten Pekalongan

Berharap Ada Mukzizat

103

KAJEN – Dari 53 awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam di laut Bali, salah satunya adalah warga Desa Gebangkereb, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Dia adalah Sertu Achmad Faizal (29) yang merupakan anak kedua dari pasangan Mujiono – Tuliyah. Keluarga korban hingga sekarang masih tampak berduka dan masih menunggu perkembangan adanya informasi mengenai kabar tersebut.
Dalam kondisi berduka, namun keluarga korban tetap berharap ada mukzizat dengan keberadaan Sertu Faizal yang hingga kini belum ditemukan. Seperti dikatakan paman korban, Didi Maryono, harapan itu masih tetap ada, minimal tubuh keponakannya bisa ditemukan.
”Tetap saja kita ingin kemukzizatan, setidaknya misalkan hal tejelek, ya minimal bisa ditemukan dan hal ini masih ada harapan,” katanya.
Dijelaskan, orang tua korban memiliki tujuh anak, lima putra dan dua putri. Dari seluruh anak laki-lakinya, semuanya menjadi anggota TNI. Sedangkan Achamd Faizal sudah menikah dengan wanita asal NTB yakni Aulia Marisa dan dikaruniai seorang anak yang masih berusia setahun yakni Adna Zaydan Abdillah serta berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur.
Sementara itu, adik korban, Setda Rohman yang juga anggota TNI AL ketika ditemui sejumlah wartawan juga terlihat masih syok. Namun demikian, dia masih bisa memberikan keterangan, di antaranya selalu berkomunikasi dengan korban. Bertemu dengan kakaknya terakhir pada saat sebelum berlayar atau sebelum ada kejadian tersebut yakni latihan bersama.
”Seringkali sebelum menjalani latihan, Mas Faizal berpesan supaya berhati-hati,” tandasnya.
Sementara itu, kejadian tenggelamnya kabar KRI Nanggala 402 dengan korban salah satunya warga Sragi, membuat sejumlah pejabat di Kabupaten Pekalongan sangat peduli. Di antaranya Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi yang didampingi staf Pos Angkatan Laut (Posal) Wonokerto) Minggu malam mengunjungi rumah korban. Bupati menegaskan Sertu Achmad Faisal merupakan salah satu putra terbaik dari Kabupaten Pekalongan yang bergabung dengan TNI angkatan laut.
”Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan, kami menyampaikan rasa duka yang sebesar-besarnya dan dukungan kepada keluarga agar tabah, diberi kekuatan lahir batin. Kemudian juga tetap optimis serta husnudzon terhadap ketentuan Allah SWT sambil tentunya tak berhenti berdoa,” kata Bupati.
Selain Bupati Pekalongan, pasangan anggota dewan, Chandra Saputra – Shinanta Previta juga datang untuk menyampaikan rasa duka dan dukungan moril terhadap keluarga korban. Kebetulan istrinya merupakan anggota dewan dari PAN yang daerah pemilihannya di Kecamatan Sragi dan juga satu alumni dengan korban di SMAN 1 Wiradesa.
”Kami merasa prihatin dengan tenggelamnya KRI Nanggala 402 karena semua awak maupun kru kapal selam ini merupakan pejuang bangsa sehingga saat ini bangsa indonesia sangat berduka,” katanya. (PO5-red )

BERITA LAINNYA