Take a fresh look at your lifestyle.

Satu Jam Lanang Jadi Guru, Mengajar Estetika Puisi Tegalan

207

SLAWI – Guna memberikan pembelajaran terkait bahasa dan puisi tegalan kepada para siswanya, SMA Negeri 1 Kabupaten Tegal mendatangkan langsung seniman tegalan untuk mentransfer ilmunya, Kamis (12/9). Seniman asal Kota Tegal Lanang Setiawan, didaulat untuk menjadi guru selama satu jam, memberikan pembelajaran seni kepada para siswa tersebut.

Menurut Guru Pembimbing Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kabupaten Tegal, Muarif Esage, pihak sekolah meminta Lanang Setiawan untuk memberikan pemahaman tentang bahasa dan estetika Puisi Tegalan. Pihaknya sengaja mendatangkan Lanang Setiawan senyampang anak didiknya berkeinginan menerjemahkan puisi-puisi berbasis bahasa lokal kedalam bahasa Jerman. “Kami mengundang mas Lanang karena anak didik kami menyukai sajak-sajak Tegalan, yang kebetulan juga sajak-sajaknya karya mas Lanang sendiri,” katanya.

Dengan mendatangkan penciptanya, lanjut dia, maka anak didik akan memahami secara jelas, arti dan makna Bahasa yang terkandung di dalam sajak-sajak tersebut. “Misalnya kata ‘mbabad alas’, ‘gledegan’, atau kalimat ‘ora weruh sing nggeyong’ dan lain sebagainya. Dengan, ditemukannya langsung siswa kepada pencipta karya-karya ini, kami harapkan mereka dapat memahami betul arti dari setiap kata yang ada di dalam sajak,” ungkapnya.

Sementara, Lanang Setiawan mengaku, menyambut positif kegiatan yang digelar SMA Negeri 1 Kabupaten Tegal ini. Pihanya juga senang dapat berbagi ilmu kepada para siswa . “Kalau makna arti ‘mbabad alas’ itu orang yang membuka wilayah, ‘gledegan’ artinya ‘belantara, dan yang dimaksud dengan ungkapan tembung ‘ora weruh sing nggeyong’ arti arfiahnya ‘seperti tidak tahu asal-usulnya,” ujarnya.

Menurut dia, di dalam terjemahkan sebuah puisi, dilakukan bukan diterjemahkan kata per kata, melainkan harus ditafsirkan pada kesatuan sebuah kalimat dari bait per bait puisi. “Jika ditafsirkan perkata, akan keliru. Ambil saja inti dari kalimat yang disusun sang penyair. Pemaham seperti ini yang kami ajarkan kepada siswa ” papar Lanang.

Ditambahkan Lanang, ada 26 puisi Tegalan karyanya yang saat ini tengah dialihbahasa ke dalam Bahasa Jerman oleh tiga siswi kelas XII. Yakni, Fajrina Citra Asokawati, Adinda Nurfitriani Maulida, dan Intan Mauli Diana. Hasil dari terjemahan mereka akan diterbitkan dengan judul buku “Nglajah Jerman”. “Rencana buku ini akan diluncurkan bertepatan pada Hari Sastra Tegalan 26 Nopember mendatang,” sambungnya.

(*-red2)

BERITA LAINNYA