Take a fresh look at your lifestyle.

Satpol PP Jateng Tertibkan Pelanggar Protokol Kesehatan

85

SLAWI- Tim gabungan dari Satpol PP Jateng dan TNI/Polri turun ke Kabupaten Tegal untuk menertibkan pelanggar protokol kesehatan. Selama lima hari, mulai Rabu (23/9) hingga Minggu (27/9) tim gabungan akan melakukan razia dan pembinaan kepada pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Tegal.
Pada hari pertama, Rabu (23/9), tim gabungan Satpol PP , TNI/Polri melakukan penertiban di Jalan Prof Muh Yamin tepatnya di depan Pasar Trayeman Slawi. Di tempat tersebut, tim gabungan merazia belasan warga yang tidak memakai masker.
Warga yang terkena razia didata dan diberi sanksi berupa push up. Disamping itu berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia mengenakan masker.
Kasi Linmas Satpol PP Jateng, Budi Santoso, yang memimpin kegiatan pagi itu mengatakan, kegiatan penertiban pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Tegal merupakan perintah Gubernur Jateng , Ganjar Pranowo.
Menurut Budi, razia pelanggar protokol kesehatan dilakukan di sembilan daerah , yang ditengarai merupakan daerah zona merah dan kasus Covid-19 terus meningkat di daerah tersebut.
Sembilan daerah tersebut adalah sembilan daerah yang menjadi perhatian itu diantaranya Kota Semarang, Kabupaten Pati, Rembang, Boyolali, Sragen, Wonosobo, Pemalang, Kudus dan Kabupaten Tegal.
“Kami diperintahkan langsung Gubernur Jateng untuk meninaklanjuti operasi gabungan dan pelaksanaan Pergub Jateng Nomor 33 Tahun 2020 terkait protokol kesehatan,”jelas Budi Santoso, saat ditemui di sela kegiatan penertiban di Pasar Trayeman, Slawi, Rabu (23/9).


MENDATA- Petugas Satpol PP Kabupaten Tegal mendata warga yang melangar protokol kesehatan pada saat kegiatan operasi penertiban pelanggar protokol kesehatan di Pasar Trayeman, Slawi, Rabu (23/9).(smpantura.com/Sari)

Budi menyebutkan, dalam operasi tersebut, pihaknya menekankan pembinaan dan edukasi. Warga yang melanggar protokol kesehatan dikenai sanksi sosial. Diantaranya push up dan mengucapkan janji tidak akan melanggar protokol kesehatan serta bersedia memakai masker.
“Kami tidak memberi sanksi yang bersifat kekerasan. Diharapkan masyarakat semakin sadar menggunakan masker untuk keselamatan diri sendiri maupun sekitar,”sebutnya.
Budi mengatakan, sebelum di Kabupaten Tegal, kegiatan penertiban dilakukan di Kota Semarang. Selama lima hari pihaknya melihat ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Meskipun, masih ditemukan warga yang melakukan pelanggaran. Hal tersebut juga terjadi di Kabupaten Tegal. Oleh karena itu, pada kegiatan tersebut, Tim Gabungan memberikan edukasi pentingnya menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Dalam operasi ini, selain memberikan teguran dan sanksi sosial, Satpol PP juga membagikan masker kepada warga yang tidak memakai masker saat itu.
Pada kesemapatan itu, ia juga mengimbau kepada warga agar berhati-hati saat berada di tempat keramaian seperti pasar, tempat pertemuan, taman dan tempat sosial lain. Sebab, tempat tersebut sebagian tempat yang rawan terjadi penularan Covid-19.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Suharinto mengatakan, selama lima hari, Tim Gabungan Satpol PP Jateng dan TNI/Polri akan menyambangi sepuluh lokasi. Meliputi, Trayeman Slawi, Pepedan Dukuhturi, Lebakisu Lor, Balapulang Wetan. Kemudian ke Dukuhbenda Bumijawa dan Pagerbarang. Dilanjutkan ke Adiwerna, Blubuk/Kabunan, dan kecamatan Talang dan Gembongdadi Suradadi.
“Tempat yang dikunjungi adalah wilayah kecamatan yang masih berkategori zona marah atau desa yang berzona merah,”jelas Suharinto.
Menurut Suharinto, dari pemantauan selama ini, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan sudah tinggi. Namun, masih ada beberapa yang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan. Ketidakpatuhan warga ini yang dikhawatirkan menjadi sumber perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tegal.
Mengenai sanksi adminsitratif denda, Suharinto menyampaikan, sanksi tersebut akan diterapkan mulai Jumat (25/9) besok.
Sementara itu, sejumlah warga yang terjaring operasi mengaku tidak memakai masker karena lupa.
“Lupa Pak,”kata Ali (30) warga Kendalserut, Pangkah yang terjaring operasi karena tidak memakai masker. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA