Take a fresh look at your lifestyle.

Satgas Diminta Antisipasi Masuknya Virus Covid Asal India

53

SLAWI,smpantura.com – Satgas Covid-19 di Kabupaten Tegal diminta untuk bekerja keras agar Virus Covid-19 asal India masuk ke Kabupaten Tegal. Pasalnya, virus tersebut dinilai lebih dahsyat dibandingkan virus alpha dari China.

“Jangan sampai virus asal India itu masuk ke sini (Kabupaten Tegal). Karena sangat berbahaya. Penularannya lebih cepat ketimbang virus alpha yang dari China,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Bintang Adi Prajamukti, Senin (21/6).

Dikatakan, tingginya angka Covid-19 di Kabupaten Tegal jangan hanya dibiarkan tanpa ada tindakan. Bintang khawatir virus dari India masuk ke Kabupaten Tegal. Hal itu dikarenakan serapan anggaran Covid-19 yang dikelola Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal sangat rendah. Dari anggaran sebesar Rp 86,1 miliar, yang terserap baru Rp 992 juta. Padahal, ini sudah memasuki Juni 2021.

“Kami sangat kecewa sekali. Berarti selama ini, tim Satgas Covid-19 ngapain,” ujar politisi Golkar itu.

Menurut dia, penyerapan yang masih sekitar 2 persen itu, diketahuinya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan Banggar di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tegal, Jumat siang (18/6). Kala itu, RDP dihadiri Satgas Covid-19 dan anggota Forkopimda serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tegal. Menurut Bintang, dengan adanya penyerapan anggaran yang masih sangat rendah itu, mengakibatkan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal membludak.

“Setiap hari, hampir 60 orang dinyatakan positif virus corona,” ucap Bintang.

Bintang meminta, OPD yang mengelola anggaran Covid-19 supaya lebih serius. Termasuk Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal juga harus melakukan pengetatan di beberapa wilayah yang zona merah. Bintang menegaskan, petunjukan teknis (Juknis) dari Pemerintah Pusat yang belum turun supaya jangan dijadikan alasan sulitnya mengelola anggaran Covid-19.

“Jangan banyak alasan. OPD harus lebih serius. Jangan sampai Kabupaten Tegal lockdown yang bisa berimbas perekonomian terpuruk,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, anggaran yang dialokasikan DPRD di tahun 2021 untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Tegal sangat besar. Yakni mencapai Rp 86,1 Miliar. Namun yang terjadi, penyerapannya baru sekitar Rp 992 juta. Minimnya penyerapan itu karena terlambatnya petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat ihwal penggunaan anggaran Covid-19. Termasuk juknis untuk pembiayaan insentif tenaga kesehatan yang belum terbayarkan sejak November 2020 lalu. Totalnya sekitar Rp 40 miliar. (T05-Red)

BERITA LAINNYA