Take a fresh look at your lifestyle.

Sapi Kurban Mendadak Mengamuk di Brebes

169

BREBES – Seekor sapi yang akan dijadikan hewan kurban di Kampung Saditan, Kelurahan/ Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes mendadak mengamuk, Sabtu (10/8). Sapi jenis Jabres itu mengamuk setelah ikatanya terlepas dan lari.

Anak-anak yang melihat sapi yang akan dijadikan hewan kurban pun ketakutan dan berusaha menghindar. Meski sejumlah warga berusaha mengendalikan sapi yang mengamuk tersebut, tetapi tak kunjung berhasil. Bahkan, sapi lagi hingga melewati tiga desa. Yakni, Desa Pagasuhih, Wangandale dan Pemaron.

Kejadian itu berawal saat sapi kurban milik Jamal Gofarudin, warga Kampung Saditan tersebu baru datang dari peternak. Setelah turun dari kendaraan pengangkut, sapi kemudian diikat di sebuah pohon. Namun tiba-tiba sapi mengamuk hingga ikatannya terlepas dan lari. “Sapi sni saya beli bersama beberapa warga lain untuk dijadikan kurban. Sapi datang sekitar pukul 16.00 tadi, tapi pas diikat di pohon mengamuk hingga tali ikatan lepas dan kabur,” ungkao Jamal Gofarundin.

Hewan kurbannya itu, kata dia, lari ke arah selatan hingga melewati Desa Padasungih, Wagandalem dan Pemaron. Ternak itu baru bisa dijinakan di Desa Pemaron sekitar pukul 18.00. “Tadi banyak yang mengejar, tapi warga kuwalahan. Sapi ini baru bisa dijinakan setelah sampai di Desa Pemaron. Sapi kemudian diangkut kembali dengan mobil ke Saditan,” ceritanya.

Menurut dia, di kampungnya ada 3 ekor sapi yang di beli warga untuk kurban, termasuk sapi yang menmgamuk tersebut. Setelah berhasil dijinakan, sapi diikat kembali di pohon. Sesuai rencana, sapi itu akan disebelih sebagai kurban di kampungnya. “Untuk sapi kurban di kampung saya ini ada 3 ekor. “Sapi-sapi ini saya beli dari peternak sapi di Desa Jemasih, Kecamatan Ketanggungan. Alhamdilillah sekarang sudah bisa tertangani,” jelasnya.

Samsul Ma’arif, penjual sapi kurban asal Desa Jemasih, Kecamatan Ketanggunga mengaku, ada tiga sapi yang dibeli warga di Kampung Saditan. Dua ekor sapi di antaranya tidak masah, tetapi satu sapi mengamuk hingga ikatannya lepas. “Kalau warga di sini (Saditan-red) memang sering membeli sapi milik saya, tetapi baru kali ini ada sapi yang lepas dan mengamuk,” pungkasnya.

(Setiawan/ Red2)

BERITA LAINNYA