Take a fresh look at your lifestyle.

Sampel Limbah B3 Dikirim ke BBTKLPP Yogyakarta

-215 Karung Limbah Ditemukan di Hutan Jurangmangu

159

SLAWI-Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ditemukan warga di Hutan Jurangmangu, Desa Batumirah, Kecamatan Bumijawa, saat ini sedang dalam penyelidikan polisi.

Untuk mengetahui jenis limbah B3 yang dibuang di kawasan hutan Perhutani BKPH Bumijawa KPH Pekalongan Barat, pada Senin (20/1) sekitar pukul 13.00,  Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal didampingi petugas surveilans, Kesling dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Puskesmas Bumijawa, melakukan assessment dan identifikasi.

Didampingi Kapolsek Bumijawa, AKP Awan Agus Setijono dan personel Polsek Bumijawa, Tim Surveilans dan Kesling mengambil sampel limbah B3 yang berada di Hutan Jurangmangu.

Dari penyisiran yang dilakukan personel Polsek Bumijawa, Tim Reaksi Cepat Puskemas Bumijawa, relawan PMI dan Guci Pecinta Alam (Gupala),  di lokasi tersebut masih banyak ditemukan limbah B3 yang dikemas dengan karung berwarna putih.

“Total ada 215 karung limbah B3 yang diangkut. Saat penyisiran pertama Sabtu (18/1) lalu ada 180 karung.  Setelah ditelisik, ternyata ada beberapa karung  yang dibuang di jurang. Limbah dibuang di dua lokasi yang berdekatan,”jelas Kapolsek Bumijawa, AKP Awan Agus Setijono, Selasa (21/1).

Untuk mencegah terjadiny pencemaran lingkungan dan paparan limbah pada warga, 215 karung  limbah B3 diamankan di Mapolsek Bumijawa.

Ketua Tim Surveilans dan Kesling Dinas Kesehatan, Eko BP Prabowo mengatakan, pada saat pengecekan ke lokasi, petugas  mengambil sampel limbah B3 sebanyak 10 kilogram. Untuk mengetahui jenis limbah tersebut , sampel limbah dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Eko mengatakan, dari pengecekan yang dilakukan oleh timnya, limbah B3  yang dibuang di  Hutan Jurangmangu wujudnya seperti kue brownies, berwarna hitam dan mengandung cairan serta berbau menyengat.

“Ini jenis limbah non organik. Kalau organik, biasanya hangat karena ada reaksi bakteri. Kemarin saat kami cek, limbah memiliki suhu normal 32 derajat celcius. Biasanya limbah sisa industri,”jelas Eko saat ditemui pada apel terpadu kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Lapangan Pemda Kabupaten Tegal, Selasa (21/1).

Sementara itu, Kapolsek Bumijawa AKP Awan Agus Setijono mengatakan, limbah B3 ditemukan oleh warga Dukuh Mentik Desa Batumirah yang sedang melintas di lokasi pada Selasa (14/1) lalu. Namun, oleh warga baru dilapokan ke Polsek Bumijawa pada Sabtu (18/1).

“Awalnya warga mengira itu adalah  pupuk. Tapi setelah mencium bau cukup menyengat, warga melaporkan ke Polsek. Kami langsung cek lokasi dan mengevakuasi limbah B3 ke Mapolsek Bumijawa,”jelasnya.

Selanjutnya, pemerintahan desa diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan yang melintas di area tersebut tanpa tujuan jelas.

“Kami sarankan pada warga agar lapor ke Polsek apabila menjumpai hal tersebut,”tegasnya.

Awan menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan menggali infomasi dari warga terkait penemuan limbah B3 di Hutan Jurangmangu.

Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang menyampaikan , limbah B3 telah diamankan dan sedang diselidiki dari mana asalnya. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA