Take a fresh look at your lifestyle.

Rusak, Jalan Alternatif Pantura Layaknya Kubangan

123

KRAMAT – Jalur alternatif wilayah pantura Kabupaten Tegal di ruas Jalan Tanjungharja-Maribaya di Kecamatan Kramat, rusak parah. Selain itu, jalur alternatif lainnya yang butuh perbaikan, yakni di ruas Jalan Kemantran-Tanjungharja di Kecamatan Kramat.

 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) III meliputi Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja, kemarin. Ia mengatakan, jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Tegal dengan panjang 5 kilometer itu, rusak sejak beberapa tahun. Jalan penghubung antara Desa Tanjungharja, Plumbungan dan Maribaya itu, berlubang. Bahkan, aspal jalan yang dibangun beberapa tahun lalu, sudah mengelupas.

 

“Saat musim hujan, lubang jalan itu terisi air sehingga layaknya kolam air,” ujar politisi Gerindra itu.

 

Menurut dia, jalan itu seharusnya sudah dibangun lama, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jalan tersebut di tahun 2021. Diharapkan, perbaikan dilakukan dengan sistem betonisasi. Selain itu, jalan juga dilebarkan menjadi 5 meter. Pasalnya, jalan itu sebagai jalur alternatif saat jalur pantura mengalami kemacetan.

 

“Jangan mengandalkan bantuan dari DAK, karena tidak pasti bisa direalisasi. Jika memang akan menggunakan dana DAK, maka administrasinya dipersiapkan dengan matang,” ujarnya.

 

Pelebaran jalan, lanjut dia, juga harus dilakukan di jalan altetnatif Kemantran-Tanjungharja. Jalan sepanjang 6 kilometer itu, kondisinya sangat sempit hanya selebar 2,5 meter. Padahal, lalu lintas di jalan yang melintasi Desa Kertaharja, Kepunduhan, Kesaditan, dan Tanjungharja, sangat padat.

 

“Idealnya jalan dilebarkan menjadi 5 meter, sehingga saat mobil berpapasan bisa lebih mudah,” kata Rudi.

 

 

Ditambahkan, pelebaran jalan juga disarankan dilakukan di ruas Pala 27 menuji Jatilawang. Jalan alternatif pantura sepanjang 3 kilometer itu, juga sangat sempit.

 

“Jalan Kedungjati-Babatan sepanjang 6 kilometer juga rusak parah. Kerusakan sudah lama sejak adanya mobilitas dumn truk pengangkut tanah uruk untuk tol Pejagan-Pemalang,” pungkasnya.(Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA