Take a fresh look at your lifestyle.

RSUD Soeselo Gerak Cepat Tangani Penderira Gizi Buruk

169

SLAWI – Bermula dari kabar yang beredar di media sosial (medsos), RSUD Dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, bergerak cepat untuk melakukan penanganan terhadap anak yang mengalami sakit keras pada Selasa (18/2). Anak itu bernama Siti Nuraliah umur  9 tahun warga Dukuh Wage RT 4 RW 2 Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa. Hingga Selasa (25/2), anak yang didiagnosa mengalami gizi buruk itu, sudah dipulangkan ke rumahnya dengan kondisi membaik.

Direktur RSUD Dr Soeselo Slawi, dr Guntur M Taqwim Msc SpAN melalui Kasubbag Hukum, Humas dan Kerjasama RSUD Dr Soeselo Slawi, Darmawan mengatakan, kabar adanya anak yang mengalami sakit keras diperolehnya dari medsos Twitter di kanal resmi Bupati Tegal. Berdasarkan informasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan desa dan puskesmas setempat. Selain itu, juga menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Tegal dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal untuk menangani anak tersebut. Setelah melakukan koordinasi, anak dari pasangan Burhan (40) dan Nur Azizah (38) langsung dibawa ke RSUD Soeselo untuk dilakukan perawatan.

“Sebelumnya dirawat di Puskesmas Bumijawa dan sudah pulang kerumah. Karena kondisinya belum membaik, maka dirawat di RSUD Soeselo,” kata Darmawan.

Dikatakan, kondisi awal Siti Nuraliah saat dirawat di RSUD Soeselo hanya memiliki berat badah sekitar 14 kilogram. Padahal, anak usia sembilan tahun seharusnya memiliki berat badan sekitar 30 kilogram. Turunnya berat badan Siti Nuraliah dikarenakan tidak mau makan. Setelah dilakukan perawatan selama tujuh hari, kondisi anak penderita gizi buruk itu terus membaik.

“Kondisi semakin membaik dan sudah mau makan. Perawatan dilanjutkan dengan rawat jalan untuk meningkatkan berat badan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, Siti Nuraliah sebenarnya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, karena tidak diupdate sehingga kartu itu tidak bisa digunakan. Sementara itu, keluarga anak tersebut tidak mampu membiayai perawatan di rumah sakit, sehingga biaya rumah sakit dibebankan ke Pemkab Tegal.

“Semua biaya ditanggung Pemkab Tegal,” katanya.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bumijawa, Nurul Huda mengaku mendapatkan laporan adanya warga yang mengalami gizi buruk setelah lima hari dirawat di RSUD Soeselo. Hal itu membuat penanganan untuk pengurusan kartu KIS terlambat. Padahal, anak itu masuk dalam data base penerima KIS.

“Kami akan berupaya untuk mengaktifkan kembali kartu KIS milik Siti Nuraliah,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA