Take a fresh look at your lifestyle.

Ricemill Minta Dilibatkan Suplai Beras Dalam JPS Covid-19

166

SLAWI – Komisi III DPRD Kabupaten Tegal melakukan kunjungan lapangan dengan mendatangi sejumlah pengelola penggilingan padi (ricemill) di wilayah Kabupaten Tegal. Ternyata, stok beras di ricemill melimpah, sehingga disarankan agar Pemkab Tegal bisa membeli beras petani untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga yang terdampak Virus Korona

“Harga beras di ricemill cuma Rp 8500 per kilonya. Harusnya Dinsos langsung belanja ke ricemill saja. Kan ricemill di Kabupaten Tegal banyak,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, saat mengunjungi sejumlah ricemill bersama anggotanya, Selasa (5/5).

Dia mengemukakan, beberapa hari ini jajaran Komisi III memang kerap melakukan kunjungan ke sejumlah ricemill. Hasil dari kunjungannya itu, stok beras di setiap ricemill masih banyak. Para pemilik ricemill sangat berharap jika mereka ikut berpartisipasi menyokong beras untuk JPS Covid-19 di Kabupaten Tegal. Namun sayangnya, Dinsos tidak melibatkan mereka. Padahal, para petani dan pengusaha ricemill sangat menghendaki bisa dilibatkan.

“Walaupun musim pagebluk, tapi para petani masih aktif bekerja. Mereka berharap berasnya bisa dibeli oleh Dinsos untuk JPS,” kata Jeni, sapaan akrab politikus muda Partai Golkar ini.

Anggota Komisi III lainnya, Syamsuri mengatakan hal senada. Menurutnya, para pengusaha ricemill sangat berharap berasnya bisa dibeli pemerintah. Selain untuk meningkatkan perekonomian para petani, mereka juga bisa berpartisipasi untuk masyarakat Kabupaten Tegal yang terdampak Covid-19.

“Sepertinya kuota beras JPS masih ada. Kalau bisa, Dinsos belanja langsung ke ricemill saja,” saran politikus Partai Gerindra ini. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA