Take a fresh look at your lifestyle.

Ribuan Botol Miras dan Ratusan Liter Ciu Dimusnahkan

105

SLAWI,smpantura.com – Polres Tegal memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merek, bir dan ciu, hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan tahun 2021. Pemusnahan minuman keras ini dilakukan usai pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 Polres Tegal di halaman Pemda Kabupaten Tegal, Rabu (5/5).

Barang bukti miras yang dimusnahkan 8.000 botol diantaranya 5.230 botol miras arak cap orang tua botol kecil dan besar, bir putih dan bir hitam, serta 420 liter atau 251 botol miras jenis ciu. Kegiatan pemusnahan barang bukti miras disaksikan oleh Forkopimda Kabupaten Tegal dan sejumlah tokoh agama Kabupaten Tegal. Ribuan botol miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas stoomwals.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang menyebutkan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) , yang dilaksanakan Polres Tegal bekerjasama dengan TNI dan Satpol PP.

Iqbal menegaskan “Polres Tegal 24 jam berkomitmen terus memberantas hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit masyarakat , contohnya barang bukti miras ini hasil keras kita semua. Kami melakukan razia bekerjasama dengan TNI dan Satpol PP . Ini wujud komitmen memberantas miras , narkotika dan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya pada Kapolres Tegal yang telah bekerja keras melakukan upaya pemberantasan penyakit masyarakat. Bupati Tegal berharap agar upaya pemberantas penyakit masyarakat dilakukan secara terus menerus. “Hasilnya seperti kita saksikan. Hal seperti ini bisa dilakukan terus menerus dengan kolaborasi masyarakat, TNI, Satpol PP dan Pemkab Tegal agar membuahkan hasil maksimal,” ujarnya.

Terkait pelaksanan Operasi Ketupat Candi 2021, Bupati Tegal yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, Operasi Ketupat Candi 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Pada sambutannya, Umi menyebutkan, tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan 2,03 persen, hal ini disebabkan oleh peningkatan akivitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci ramadan dan Idul Fitri.
Berkaitan dengan itu, pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik Idul Fitri 1442 H.Ini tahun kedua pemerintah mengambil kebijakan terebut karena situasi pandemi Covid-19.

“Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusna tersebut diambil melalui berbagai pertimbangan yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan liburan panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93 persen setelah pelaksanan libur Idul Fitri 2020/1441 H.

Meskipun begitu keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan, berdasarakan survei Kementerian Perhubungan , apabila pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik, maka akan maka terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebanyak 81 juta, namun setelah diumumkanya larangan mudik masih terdapat 7 persen atau 17 , 5 juta orang yang akan melaksankan mudik.

“Oleh karena itu, Operasi Ketupat Candi 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,”sebutnya.

Umi menegaskan, kasus Covid-19 harus diwaspadai, berkaca pada gelombang penyebaran Covid-19 yang terjadi di luar negeri. Sebagai contoh di India, terjadi penambahan kasus baru mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 35.000 kasus dalam sehari, hal ini terjadi karena kelengahan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Menyikapi hal tersebut , Indonesia tidak boleh lengah terlebih dengan adanya varian baru Covid-19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia seperti B 117 dari Inggris, B 1617 asal India dan B 1351 asal Afrika Selatan.

BERITA LAINNYA