Take a fresh look at your lifestyle.

Revitalisasi Pasar Martoloyo, 285 Pedang Direlokasi 

128

TEGAL – Ratusan pedagang Pasar Martoloyo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur bakal direlokasi, menyusul 300 los di pasar tersebut akan direhab pada akhir Maret mendatang.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Tegal, Joko Sukur menerangkan, secara bertahap para pedagang akan dipindah ke sebuah lahan di sebelah selatan pasar.

Pasalnya, dalam waktu dekat 300 los di Pasar Martoloyo akan direhab total oleh rekanan. Pasar tersebut direhab, setelah pihaknya mengajukan bantuan gubernur sejak beberapa tahun lalu.

“Lelang dimulai November dan berkahir pada 11 Desember 2020 dengan nilai proyek sekitar Rp 3,9 Miliar atau hampir Rp 4 Miliar melalui Bantuan Gubernur Jateng,” jelasnya.

Adapun proses pengerjaan, sambung Joko, akan dilakukan sebelum 29 Maret 2021 dan ditarget rampung pada September 2021. Lebih lanjut Joko menjelaskan, rehab pasar diajukan sejak 2017, mengingat kondisinya sudah berumur dan kurang layak digunakan.

“Surat dari Provinsi turun sekitar Februari 2020 dan seminggu kemudian ada pandemi Covid. Lalu, prosesnya ditunda hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” bebernya.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Pasar, Yudi Arianto, yang menyebut surat dari Provinsi, kembali dilayangkan ke Dinkop, UMKM, dan Perdagangan, pada Agustus 2020. Mengingat waktu sudah tidak memungkinkan, kemudian proses rehab pasar berlanjut pada lelang di bulan November.

“Alhamdulillah lelang sudah selesai di 2020 dan sekarang tinggal pelaksanaan. Harapannya pengerjaan rehab dapat selesai tepat waktu,” pungkas Yudi.

Sementara, salah seorang pedagang buah di Pasar Martoloyo, Masturoh (56) mengaku siap direlokasi manakala los pasar yang ditempatinya direvitalisasi. Dia menyebut sudah mengetahui proyek tersebut dari beberapa pertemuan rapat dengan pengelola pasar dan paguyuban.

“Informasinya Minggu ketiga kita dipindah ke selatan pasar. Nantinya kita menempati lokasi sementara itu hingga enam bulan, dengan membayar retribusi Rp 2.000,” jelasnya. (*)

BERITA LAINNYA