Take a fresh look at your lifestyle.

Resmob Polres Brebes Ringkus Pelaku Pembobol Minimarket

89

BREBES, smpantura.com – Seorang pelaku pembobolan minimarket di Kabupaten Brebes, berhasil diringkus tim gabungan Resmob Satreskrim Polres Brebes bersama tim Jatanras Polda Jateng, Rabu (24/3). Polisi terpaksa melumpukan pelaku dengan timah panas di kakinya lantaran melawan dan mencoba kabur saat ditangkap.

Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Agus Supriadi Siswanto mengatakan, dari pengembangan kasus pembobolan minimarket di Brebes yang terjadi, Senin (22/3), pihaknya berhasil menangkap satu dari empat pelaku. Tiga pelaku lain masih dilakukan pengejaran. Pelaku ini adalah Sahat Parsaulian Tambunan (27), warga Tapanuli Utara, Sumatera Utara. “Pelaku ini kami ringkus tadi pagi sekitar pukul 04.00. Sementara tiga pelaku lainnya masih kami buru,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, pelaku ini diamankan di ruas tol Pejagan-Pemalang. Tepatnya, di dekat Exit Tol Brebes Timur (Brexit). Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sudah beraksi di enam Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Dari pengakuan tersangka ini, mereka sudah beraksi di enam TKP. Lima TKP berada di Brebes, dan satu lainnya di Semarang,” ungkap Kasat.

Menurut dia, modus pelaku membobol minimarket dengan mencongkel pintu dan membongkar gemboknya. Setelah itu, pelaku masuk toko dan leluasa mengambil barang yang ada di dalam mini market. “Setelah berhasil masuk minimarket, pelaku mengambil barang dagangan. Di antaranya, uang, rokok, kosmetik hingga susu. Bahkan, di salah satu minimarket yang dibobol, diketahui total kerugian mencapai Rp 65 juta,” jelasnya.

Dia menambahkan, kasus pembobolan minimarket tersebut masih terus dikembangkan. Termasuk, dengan mengejar para pelaku lain. “Atas perbuatannya ini, pelaku kami jerat pasal 367 KUHP, dan diancam hukuman di atas lima tahun penjara,” sambungnya.

Sementara, pelaku Sahat Parsaulian Tambunan di depan penyidik mengaku, aksinya itu dilakukan bersama tiga orang temannya. Setiap melancarkan aksi, kawanannya menggunakan gunting dan kunci linggis untuk membobol pintu. “Yang diambil itu rokok dan kosmetik. Kalau dijual dimana saya tidak paham. Yang jelas, setiap kali beraksi dari hasilnya saya mendapat Rp 2 juta,” akunya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA