Take a fresh look at your lifestyle.

Reklamasi Bekas Tambang Diharapkan Dituntaskan

115

PEMALANG – Reklamasi bekas tambang galian c di wilayah Kabupaten Pemalang diharapkan diselesaikan hingga tuntas. Disinyalir di daerah Pemalang masih banyak bekas tambang galian c yang belum tuntas proses reklamasinya.

“Memang terkait dengan perijinan tambang sepenuhnya kewenangan dari pihak pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meskipun kewenangan di provinsi, tetapi yang terdampak langsung yaitu masyarakat setempat atau warga Pemalang,” ujar Ujianto Mugo Raharjo, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, kemarin.

Dia mengatakan, reklamasi merupakan kegiatan pengelolaan tanah yang mencakup perbaikan kondisi fisik tanah (overburden) agar tidak terjadi kerusakan. Kegiatan reklamasi penting dilakukan untuk memperbaiki lahan bekas tambang. Pada umumnya tanah di lahan bekas tambang mengandung kadar unsur hara yang rendah. Reklamasi dan revegetasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan pasca penambangan. Selain itu, perlu juga dilakukan pengendalian lahan pasca tambang dengan memadukan pembenahan lahan, dan pemilihan jenis tanaman yang tepat. Beberapa kteterian untuk tanaman di lahan bekas tambang yaitu dengan kriteria berjenis local pioner cepat tumbuh, tahan terpapar matahari, cepat terdekomposisi, dan sistem perakaran yang baik.

“Kami menyayangkan dan kuatir terhadap kondisi lahan bekas tambang yang belum tuntas reklamasinya. Kita melihat bahwa para penambang sebagian kurang peduli terhadap proses reklamasi pasca ditambang, untuk itu diharapkan agar penambang bertanggung jawab dengan hal tersebut,” imbuhnya.

Ia mengatakan, apabila penambangan tidak memperhatikan dampak lingkungan maka masyarakat dan pemerintah daerah yang dirugikan. Untuk itu, pihaknya berharap pada pengusaha tambang agar lebih bijaksana dalam melakukan penambangan. Melakukan penambangan dipersilahkan, tetapi harus konsisten yaitu melakukan reklamasi yang tuntas agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingungan maupun masyarakat.(H77/Red_03)

BERITA LAINNYA