Take a fresh look at your lifestyle.

Rawan Tindak Kejahatan, Fraksi Gerindra Minta Penerangan Jalan di Jalur Ujungnegoro Dimaksimalkan

108

BATANG – Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Batang meminta penerangan jalan umum di jalur Ujungnegoro terutama menuju ke PLTU baik dari arah Sigandu – Ujungnegoro maupun arah Bakalan – Ujungnegoro masih untuk dimaksimalkan. Pasalnya, di sana masih minim penerangan PJU, sehingga ketika malam gelap dan rawan tindak kejahatan.

Hal demikian disampaikan juru bicara Fraksi Gerindra Sidqon Hadi, baru-baru ini pada kesempatan sebuah acara rapat paripurna. Menurutnya, bupati dan para pemangku kebijakan agar memperhatikan masalah penerangan jalan di sana. Sebab, kata dia, secara fungsi jalur merupakan fasilitas umum yang kerap digunakan oleh masyarakat.

Selain mempertanyakan kondisi penerangan jalan di daerah Desa Ujungnegoro, Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Batang juga mempertanyakan mengenai pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal hasil kerja sama dengan Perhutani pada tahun anggaran 2019. “Kami meminta penjelasan soal TPA di Gringgingsari yang bekerja sama dengan Perhutani, progres pembangunannya seperti apa,?” tandasnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Batang Wihaji menyampaikan, kegiatan penerangan di daerah tersebut sudah masuk dalam rencana strategis pemerataan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Batang sesuai dengan ketersediaan anggaran APBD kabupaten Batang dan bantuan keuangan APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Berkaitan dengan masalah perkembangan rencana kerja sama Pemkab Batang dengan Perhutani untuk TPA di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, dapat kami jelaskan, bahwa Perhutani siap menyediakan lahan dan pembangunan TPA seluas 0-5 hektare menjadi kewenangan Gubernur,” kata dia. (gus-red16)

BERITA LAINNYA