Take a fresh look at your lifestyle.

Ratusan Petani Bawang Diberi Edukasi di One Shallot Expo

162

BREBES – Ratusan petani bawang di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes diberikan edukasi terkait pengendalian hama yang menyerang tanaman dalam One Shallot Expo, Kamis (1/8). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari itu diselenggarakan PT Corteva Agriscience untuk memberikan pengetahuan petani agar bisa mengatasi serangan hama secara efektif dan efesien.

Sejumlah petani bawang merah di Kecamatan Wanasari, Brebes, tengah diberikan pelatihan pengendalian hama melalui demplot oleh PT Corteva Agriscience dalam One Shallot Expo, kemarin. (Foto : Setiawan/ SMpantura.com)

Selain diberi penjelasan mengenai cara pengedalian hama, ratusan petani itu juga praktik langsung cara pembasmian hama tanaman melalui demplot yang telah disediakan. Tak hanya itu, diakhir acara para petani juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda motor, lemari es dan peralatan elektronik lainnya.

“Kami dalam kegiatan ini selain mengenalkan produk bagi para petani, juga memberikan edukasi bagaimana cara pengendalian hama yang efektif dan efisien. Terutama, dalam penggunaan obat pembasmi hama baik fungisida maupun insektisida. Edukasi ini yang kami titik beratkan, sehingga para petani bisa mendapatkan hasil maksimal dan tetap menjaga kesuburan tahan,” ungkap Iwan Putro Nugroho, Comercial Sales Leader PT Corteva Agriscience.

Dia mengatakan, dalam program One Shollot Expo itu, pihaknya telah menyediakan ratusan demplot atau lahan
percontohan, yang digunakan untuk memberikan pelatihan terhadap para petani bawang. Khusus, di Brebes jumlahnya mencapai 100 lebih demplot, yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk di Desa Tegalgandu. “Jadi melalui program ini, kami tidak hanya sebatas mengenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada para petani,” tandasnya.

Menurut dia, pelatihan yang diberikan sangat detail, khususnya terkait pertumbuhan tanaman bawang. Ketika tanaman berumur 21 hari dan terserang hama harus memilih obat jenis apa. Begitu juga ketika tanaman mendakati masa panen tetapi terserang penyakit, juga diberikan cara penanganannya. Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan cara penggunaan sesuai dosis, sehingga tidak berbahaya terhadap kesuburan tanah dan manusia. ” Misal tanaman terserang ulat, di produk kita ada Endure. Kemudian, kalau baru sebatas telur ada produk Lannate. Tidak hanya jenis insektisida, untuk herbisida juga kita ada produk Goal. Kami kenalkan sekaligus memberikan edukasi terkait pengendalian hama dan pemakaian sesuai dosis,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai bentuk penghargaan kepada para petani bawang merah, pihaknya dalam kegiatan tersebut juga menyediakan ratusan hadiah menarik. Mulai dari sepeda motor, kulkas, mesin cuci hingga berbagai jenis peralatan elektronik. “Hadiah ini kami berikan sebagai reward saja bagi petani, yang terpenting dalam kegiatan kami ini adalah edukasi. Sehingga, petani tidak salah aplikasi dan efisien dalam berinvestasi di bawang merah ini,” pungkasnya.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA