Take a fresh look at your lifestyle.

Ratusan Pelaku UMKM Serbu Gerai Vaksin Presisi Polres Tegal

43

SLAWI,smpantura.com – Ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menyerbu gerai vaksin presisi Polres Tegal yang didirikan di lapangan Asrama Polisi Kalibliruk, Slawi, Jumat (23/7).

Para pedagang ini datang untuk mengikuti vaksinasi massal. Sebelumnya mereka telah mendaftarkan diri melalui polsek setempat.

Setelah melakukan registrasi di meja pendaftaran, secara bergantian mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Urkes Polres Tegal.

Setelah dinyatakan sehat, mereka diarahkan ke gerai vaksin untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Usai disuntik vaksin, para pelaku UMKM mengantri dengan tertib untuk menerima kartu vaksin dan bantuan berupa beras.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at yang pagi itu meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di gerai vaksin presisi mengingatkan kepada peserta untuk jujur apabila memiliki penyakit atau sedang tidak enak badan.

“Harus jujur ya, misalkan kalian punya penyakit, tidak enak badan ya. Nanti kalau tidak bisa vaksin hari ini, hari berikutnya bisa,”terang Arie didampingi Waka Polres Tegal Kompol Didi Dewantoro.

Pada kesempatan itu, Arie mengimbau kepada warga agar tetap disiplin melakukan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M, meskipun telah divaksin.

“Biarpun telah divaksin tetap jaga prokes ya bapak-bapak dan ibu-ibu. Tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,”terang Arie.

Arie juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dan mematuhi aturan selama pelaksanaan PPKM darurat dari tanggal 3-20 Juli 2021, yang selanjutnya diperpanjang mulai 21 Juli sampai 26 Juli 2021.

“Berkat kepatuhan bapak dan ibu sekalian, angka Covid-19 di Kabupaten Tegal menurun drastis. Perkembangan kasus harian termonitor menurun,”ungkap Arie.

Selanjutnya, Walaupun sudah divaksin tetap patuhi protokol kesehatan. Itu kunci yang utama. Kunci utama adalah menggunakan masker, karena itu 90 persen menangkal virus Covid-19,”sebutnya. 

Arie mengatakan, vaksinasi massal ini dilakukan untuk mempercepat kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan.

Arie menyebutkan, vaksinasi massal dan pemberian bantuan sosial pagi itu menyasar 350 pelaku UMKM.

Menurutnya, selama PPKM darurat mobilitas masyarakat mengalami penurunan 17 persen. Diharapkan dengan kepatuhan warga dan mengikuti aturanpenyekatan, wilayah Kabupaten Tegal yang masih masuk dalam zona merah, segera menjadi zona kuning.

Mobilitas masyarakat selama PPKM darurat disebutkan Arie mengalami penurunan sebesar 17 persen.

Hendro Juniawan (37) warga RT 5 RW 5 Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru menyatakan sangat senang bisa mendapat vaksinasi Covid-19. Apalagi dia dan istrinya, Yanti (30) , setelah divaksin mendapat bantuan beras.

Penjual jamu online ini mengaku, selama PPKM darurat permintaan jamu tetap banyak. Hanya saja, dia mengalami kesulitan saat hendak mengirim barang.

Sementara itu Sri Hayati (43) warga Rt 8 RW 3 Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng mengatakan, dirinya sangat senang mendapat kesempatan mengikuti vaksin Covid-19.

“Kalau di desa kan saat ini lebih fokus kepada lansia, sehingga saya sangat senang mendapat kesempatan mengikuti vaksinasi hari ini,”jelasnya.

Setelah mengikuti vaksin dosis pertama pada hari itu, peserta akan mengikuti vaksinasi dosis kedua pada 20 Agustus 2021. (T04-Red)

BERITA LAINNYA