Take a fresh look at your lifestyle.

Ratusan Karyawan RSUD Aksi Tolak Sistem Pembagian Jasa Medis

- Dinilai Tak Penuhi Keadilan

315

BREBES – Ratusan karyawan di RSUD Kabupaten Brebes, melakukan aksi penolakan terhadap sistem pembayaran jasa medis yang diterapkan pihak manajemen, Senin (10/2). Para karyawan mendesak sistem pembayaran jasa medis diubah, karena dinilai tidak memenuhi unsur keadilan. Bahkan, lebih cenderung merugikan para karyawan.

Aksi penolakan, gelar dilakuk para kaeyawan di Aula RSUD Brebes. Mereka kemudian beraudiensi dengan Direktur RSUD Brebes, drg Oo Suprana didampingi dua wakil direkturnya.

“Kami bersama ratusan karyawan lainnya, secara tegas menolak dengan sistem pembagian atau pembayaran jasa medis yang diterapkan ini. Kami minta manajemen melakuka perubahan sistem yang bisa diterima seluruh pihak di internal RSUD,” ujar Mudiharso, salah seorang perwakilan karyawan RSUD Brebes.

Dia menjelaskan, sistem baru yang diterapkan manajemen RSUD sangat merugikan karyawan. Dibanding dengan sistem lama, hak jasa medis karyawan yang diterima melalui sistem baru itu mengalami penurunan. “Kami menolak karena merugikan. Dengan sistem baru ini, justru hak jasa medis yang kami terima menurun. Kalau tidak diubah, yang kami minta kembalikan ke sistem pembagian pola lama,” terangnya yang tidak menjelaskan berapa besar penuruanannya.

LAYANAN PASIEN TERHENTI
Sementara adanya aksi penolakan ratusan karyawan tersebut, pelayanan di Poliklinik RSUD terhambat. Bahkan, layanan rawat jalan tersebut sempat berhenti sementara. Kondisi iti dikeluhkan para pasien, karena mereka sudah antre cukup lama. Bahkan, beberapa di antaranya sudah berada di Poliklinik sejak pukul 07.00.

Para pasien Poliklinik RSUD Brebes masih menunggu di tempat antre, menyusul aksi penolakan karyawan terhadap sistem pembagian jasa medis. (SMpantura.com/b.setiawan)

Pantauan SMpantura.com, para pasien terlihat duduk di kursi tunggu. Beberapa orang mencoba menanyakan ke petugas satpam terkait keterlambatan pelayanan di Poliklinik tersebut. Di loket pendaftaran tidak nampak satu pun karyawan RSUD yang bertugas. Tak berselang lama, seorang petugas Satpam mengumumkan kepada para pasien, jika pelayanan di Poliklinik terlambat karena para karyawan sedang rapat internal. Mereka diminta bersabar karena tidak akan berlangsung lama.

“Saya sudah sejak pagi nunggu di sini. Tadi berangkat dari rumah pukul 05.00. Tapi sudah pukul 08.00, layanan Poliklinik belu buka. Padahal di hari biasa sudah melayani,” ujar Diana (30), pasien asal Desa Pemaron, Kecamatan Brebes.

Direkrur RSUD Brebes dr Oo Suprana saat dikonfirmasi mengatakan, sistem pembagian jasa medis yang diterapkan itu sebenarnya saat proses pembahasan melibatkan perwakilan karyawan juga, termasuk perawat dan para dokter. Sistem itu dinilai yang terbaik, karena kombinasi dari pola-pola yang diterapkan di beberapa rumah sakit. Namun karena para karyawan menolak, sehingga akan dilaksanakan pembahasan ulang untuk penentuan sistemnya, sehingga bisa diterima suluruh unsur di RSUD Brebes. “Kita tampung aspirasi para karyawan ini. Namun setelah dilakukn pembahasan ulang, tetap keputusannya ada di Direktur, dan bukan keputusan orang per orang,” ujarnya.

Dia menambahkan, jasa medis memang menjadi hak para karyawan RSUD, yang salah satu sumbernya dari BPJS. Namun pembayarannya memamg sempat terlambat, karena klaim ke BPJS juga belum dibayarkan. Kendati demikian, pihaknya menjamin jasa medis ini akan dibayarkan kepada karyawan yang berhak. “Memang pembayaran sempat terlambat sejak Juli 2019 lalu, tapi tetap akan kami bayarkan,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

BERITA LAINNYA