Take a fresh look at your lifestyle.

QRIS BI Wujudkan Nasionalisme Ekonomi

174

PEMALANG – Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai 1 Januari 2020. Program yang mulai dimasyarakatkan sejak 17 Agustus 2019 menurut anggota DPR RI dari Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno adalah upaya untuk mewujudkan nasionalisme ekonomi.

“QRIS merupakan standar QR code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking,”kata Hendrawan dalam Seminar dan Diskusi Interaktif Peran BI dalam Meningkatkan Literasi Keuangan di hotel Regina, baru-baru ini.

Dalam seminar tersebut hadir nara sumber Kepala Perwakilan BI Tegal Mohammad Taufik Amrozy dan Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Pemalang, Slamet Efendi. Taufik menjelaskan BI memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Namun demikian pihaknya berinovasi untuk mendampingi klaster.

“Untuk mengatasi masalah yang di alami pemerintah yaitu defisit neraca berjalan lantaran bangsa ini bangsa konsumtif yang suka beli salah satunya adalah impor bawang putih mencapai 95% dari China maka BI mendorong petani membentuk Badan Usaha Milik Petani di Brebes di mana sekarang sudah bisa ekspor bawang pasta,”jelas Taufik.

Semangat untuk merubah nasib ini menurut Taufik perlu ditularkan kepada peserta seminar dan diskusi interaktif. Dia menjelaskan ketika mengawali pendampingan petani bawang putih di Tuwel, Brebes itu hanya ada satu petani dengan luas lahan 3.000 meter persegi, sekarang sudah berkembang menjadi 350 petani dengan lahan 500 hektar.

Kemudian produksi yang semula hanya 12 ton/hektar sekarang sudah mencapai 36 ton/hektar. Ukuran bawang putih pun sudah sama besar dengan bawang impor yaitu sebesar kepalan tangan orang dewasa namun memiliki kelebihan yaitu cita rasa lokal yang cocok untuk lidah orang Indonesia.

Dengan meningkatnya produktifitas bawang putih maka ada inovasi lagi yaitu membuat bawang pasta yang bisa bertahan selama empat bulan dan bisa sampai satu tahun apabila disimpan dalam alat pendingin. Ketika bawang berlimpah maka dibuat pasta dan ketika produksi bawang rendah maka tidak berpengaruh pada harga bawang lantaran sudah banyak bawang pasta dan ini berpengaruh pada stabilitas rupiah.

Sementara itu materi dari BI lainnya dalam seminar tersebut adalah Perkembangan Sistem Digital. Menurut Taufik peran BI dalam inklusi keuangan di mana setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau maka BI mengajak masyarakat untuk bisa menikmati akses semua jenis transaksi keuangan yang formal.

Masyarakat Indonesia lanjutnya yang memiliki rekening bank mencapai sebanyak 36% dari jumlah penduduk pada tahun 2014, jumlah tersebut meningkat dan sekarang sudah 70% sehingga berpengaruh terhadap perkembangan teknologi digital. Berkaitan hal tersebut maka saat ini BI aktif mengkampanyekan QRIS agar negara asing yang akan melakukan penjualan jasa melalui online (merchant) mengikuti standar Indonesia. Sebab pembayaran dengan QR Code ke merchant asing akan menyebabkan data masyarakat penggunanya diketahui pihak asing sehingga perlu untuk dikelola sendiri negeri sendiri.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA