Take a fresh look at your lifestyle.

Puskesmas dan rumah Sakit Lakukan Simulasi Vaksinasi Covid-19

76

SLAWI – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji menyampaikan, simulasi pemberian vaksin Covid-19 secara bertahap dilakukan di puskesmas dan rumah sakit Kabupaten Tegal. Simulasi dilakukan untuk memastikan proses pemberian vaksin kepada penerima sesuai alur pelayanan vaksin Covid-19.

“Di Kabupaten Tegal terdapat 29 puskesmas, 9 rumah sakit dan satu klinik yang siap melakukan vaksinasi Covid-19,”terang Hendadi, Senin (18/1) saat memantau simulasi pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan dan penunjang di Puskesmas Slawi.

Hendadi mengatakan, untuk gelombang I, vaksinasi akan diberikan kepada 6.292 orang tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan. “Sasaran sebanyak 6.292 orang dan sudah didaftarkan baik secara manual maupun sisten informasi sumber daya manusia kesehatan (SDMK),”tuturnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan dapat mengikuti vaksin di tempat kerjanya atau di fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggalnya. Terkait kapan pelaksanaan vaksin Covid-19, Hendadi memperkirakan akan dilakukan awal Februari 2021. “Informasinya dijadwalkan tahap pertama termin kedua, Februari awal,”ungkapnya.

Hendadi menegaskan, vaksin adalah salah satu upaya mencegah penularan, mengurangi morbiditas dan mortalitas. Cara yang efektif memutus penularan tetap dengan melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Mengenai vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat umum, Hendadi menuturkan, vaksin Sinovac sudah diujicoba dan uji klinis ketiga dilaksanakan di Indonesia. Vaksin ini juga telah dinyatakan halal oleh MUI.
“Tenaga kesehatan siap divaksin, karena kami garda terdepan. Kami yang menangani pasien sehat, sakit. Selanjutnya vaksin akan diberikan kepada pelayan masyarakat seperti PNS, TNI dan Polri,”imbuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Joko Wantoro mengatakan, pemberian vaksin di puskesmas akan dilakukan sebanyak tiga sesi setiap hari. Setiap sesi diikuti 15 orang. Adapun di rumah sakit dilakukan sebanyak empat sesi. Dibatasinya pemberian vaksin, karena proses skrining membutuhkan waktu lama. “Untuk vaksin Covid-19, dilakukan sebanyak dua kali penyuntikan. Tahap satu dan dua dengan rentang waktu dua minggu,”jelas Joko.

Joko mengatakan, pemberian vaksin di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 15 bulan.
Sementara itu, Farida (44) bidan Puskesmas Slawi usai mengikuti simulasi menyebutkan, dirinya menjadi lebih paham tentang cara pemberian vaksin Covid-19. “Kirain langsung diimunisasi seperti dilakukan di puskemas, imunisasi kan biasanya tidak ada pendaftaran secara online dan penjaringan penyakit tidak menular. Sekarang jadi tahulah,”ujarnya.

Farida menyebutkan, setelah mengikuti simulasi , dirinya akan mensosialisasikan dan mengajak masyarakat agat tidak takut diimunisasi. “Toh itu untuk kebaikan kita, meskipun tidak 100 persen mencegah Covid-19, tapi paling tidak ada perlindungan untuk kita,”ungkap Farida.

Adapun alur pelayanan vaksin Covid-19, yakni diawali dengan melakukan registrasi ulang dan datang tepat waktu sesuai dengan jadwal di lokasi, kemudian calon penerima menuju meja 1 untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi.

Kemudian ke meja 2 untuk melakukan format skrining dan penjaringan penyakit tidak menular. Dilanjutkan meja 3 untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Setelah dilakukan vaksinasi, penerima vaksin menuju ke meja 4 untuk dilakukan pencatatan dan observasi selama 30 menit. Apabila mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (Kipi) , Puskesmas telah menyiapkan IGD dan petugas yang akan menanganinya. (*)

BERITA LAINNYA