Take a fresh look at your lifestyle.

Puncak Virus Korona Diprediksi April-Mei

154

SLAWI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal memprediksi puncak wabah Virus Korona (Covid-19) di Kabupaten Tegal terjadi pada bulan April hingga Mei 2020.

Hal itu dikarenakan, pada bulan tersebut banyak warga Kabupaten Tegal yang pulang kampung untuk merayakan Hari Idul Fitri. Untuk mengantisipasi puncak serangan Covid-19 itu, Dinkes akan memaksimalkan ruang isolasi di setiap rumah sakit di wilayahnya.

“Kami sulit untuk memprediksikan kapan puncak Virus Korona. Tapi, berdasarkan sejumlah penelitian dan melihat kejadian di negara-negara lainnya, prediksi outbreak pada April hingga Mei,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr Hendardi Setyadi usai Rapat Koordinasi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Selasa (24/3).

Dikatakan, pada bulan tersebut yang diperkirakan menjadi puncak mewabahnya Covid-19, karena menjelang Lebaran. Tradisi masyarakat yang merantau, saat Lebaran biasanya pulang kampung. Padahal, banyak masyarakat Tegal yang merantau di daerah yang terinfeksi Virus Korona. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes akan memaksimalkan ruang isolasi di sembilan rumah sakit yang ada di Kabupaten Tegal.

“Sudah disiapkan 32 ruang isolasi di sembilan rumah sakit. Jika terjadi loncakan, kami akan maksimalkan ruang isolasi di rumah sakit dulu,” ujarnya.

Terkait dengan anggaran untuk penanganan virus ini, kata Hendardi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRD setempat. DPRD siap mengalokasikan anggaran yang diajukan dari Dinkes. Hingga kini, anggaran tersebut masih dalam proses pembahasan. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan peralatan di rumah sakit, Dinkes telah melakukan pergeseran anggaran untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kami sudah membeli 67 set APD dan telah didistribusikan ke rumah sakit. Kami juga mendapatkan 105 set APD dari Pemerintah Pusat,” bebernya.

Direktur RSUD Dr Soeselo Slawi, dr Guntur mengaku, masih membutuhkan APD untuk merawat para pasien suspek Covid-19. Dalam sehari, RSUD Soeselo membutuhkan sedikitnya 15 APD untuk merawat tujuh pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 pada saat Lebaran, kami akan mengembangkan ruang isolasi yang sebelumnya hanya 4 ruang menjadi 25 ruang,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Fatoh menuturkan, Komisi 4 menyetujui semua anggaran yang akan diajukan oleh Dinkes dan RSUD Soesilo. Tetapi dengan syarat semua persiapan dimaksimalkan, terutama di RSUD Soesilo untuk ruangan isolasi dan ICU.

“Prediksikan puncak grafik di bulan April, sehingga RSUD Soesilo harus betul-betul lebih persiapkan diri, dan kami memerintahkan anggaran BLUD di pergunakan maksimal mungkin, karena anggaran yang digunakan untuk Covid-19 akan diganti dari APBD,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA