Take a fresh look at your lifestyle.

Puluhan Pelaku UMKM di Rest Area Bajaratma Gulung Tikar

- Terdampak Pendemi Covid-19

101

BREBES – Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) yang membuka usahannya di Rest Area Banjaratma KM 260 B Tol Pejagan-Brebes, kini terpaksa gulung tikar. Mereka memilih mundur dari usaha di tempat itu karena terdampak pendemi virus korona (Covid-19). Merebaknya Covid-19 menyebabkan Rest Area bekas Pabrik Gula tersebut sepi pengunjung, sehingga membuat usaha mereka tidak laku, dan tidak kuat untuk membayar sewa kios.

Sofi (40), salah seorang pelaku UMKM di Rest Area Banjaratma mengaku, dirinya sudah mengajukan mengundurkan diri sejak Maret lalu. Alasannya, karena beberapa bulan terakhir ini kondisi di Rest Area Banjaratma sepi, dan barang dagangan yang dijual juga tidak laku. Bahkan, saat arus mudik dan balik Lebaran yang biasanya menjadi andalan, kini juga sepi. Itu terjadi akibat dampak pendemi virus korona. “Dengan kondisi saat ini, pemasukan yang kami terima dan biaya pengeluarannya tidak sebanding. Bahkan, kami tidak mendapatkan pemasukan sama sekali selama merebaknya pendemi korona ini. Dari pada tidak mampu membayar sewa kios, mendingan saya memilih mundur dan kini sudah disetujui,” tuturnya, kemarin. .

Menurut dia, sewa kios di Rest Area Banjaratma itu tergolong malah. Untuk sewa kios yang ditempatinya biayanya mencapai Rp 9 juta per bulan. “Kalau untuk UMKM, memang dalam setahun pertama kami digratiskan. Tapi, mulai tahun ini kami sudah membayar. Sementara akibat kondisi korona ini, rest area menjadi sepi. Kami tidak mendapatkan masukan, jadi mending memilih mundur dan menutup usahanya,” terang dia.

Hal senada dikatakan Romlah (41), pelaku UMKM lainnya. Dia mengaku, mengundurkan diri karena tidak kuat membayar sewa kios yang mahal. Sementara, usahanya sepi pembeli karena dampak korona. Pihaknya memiliki dua kios di Rest Area Banjaratma. Lantaran ada pendemi korona, pihak pengelola memberikan kebijakan kepada pelaku UMKM hanya membayar sewa kios 50 persen. Namun ketika kondisinya normal sewanya bayar 100 persen. Meski ada keringanan, tetapi kondisi usaha sangat sepi. Sehingga dengan terpaksa satu kios pihaknya tutup dan hanya sewa satu kios saja. “Dulunya saya ada dua kios, tetapi saat ini tinggal satu. Satunya mengundurukan diri,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Zaenudin melalui Kabid Usaha Mikro Nani Nuryati mengatakan, dari data yang ada, saat ini ada 26 pelaku UMKM di Rest Area Banjaratma yang memilih mundur karena terdampak Covid-19. Bahkan, saat ini ada 40 pelaku UMKM yang masih dalam pemantauan dan belum memberikan jawaban.”Iya, akibat adanya pandemi korona ini, sekarang ada 26 pelaku UMKM di rest area yang mengundurkan diri,” pungkansya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA