Take a fresh look at your lifestyle.

Pulihkan Ekonomi, Dear Bangun BLKK di Ponpes Kawit Annur

Anggota DPR RI Dewi Aryani potong pita peresmian gedung BLKK di Ponpes Kawit Annur Slawi, Kabupaten Tegal, Minggu (28/2). Gedung BLKK itu digunakan untuk pelatihan otomotif bagi santri dan masyarakat umum.

108

SLAWI – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tegal melemahkan sendi-sendi ekonomi. Dalam rangka pemulihan ekonomi, Anggota DPR RI Dewi Aryani mengelontorkan aspirasinya untuk pembangunan gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di Pondok Pesantren (Ponpes) Kawit Annur di Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi yang diresmikan pada Minggu (28/2).

“BLKK ini untuk mengentaskan pengangguran, korban PHK, santri, pemuda-pemudi di wilayah Slawi,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa Dear.

Dikatakan, BLKK yang dibangun di wilayah Kabupaten Tegal sebanyak 3 gedung, yakni di Slawi, Balapulang, dan Tarub. Selain itu, BLKK juga dibangun di 2 tempat wilayah Kabupaten Brebes. Ditargetkan, setiap kecamatan di Kabupaten Teg dibangun BLKK.

“BLKK tidak hanya untuk santri, tapi juga bisa digunakan untuk para pemuda-pemudi Karang Taruna, Ansor, dan masyarakat umum lainnya. Silahkan diatur untuk pelaksananan pelatihannya,” pinta Anggota Komisi IX DPR RI itu.

Anggota DPR RI Dapil IX meliputi Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes itu, menuturkan, tidak hanya peralatan bengkel seperti 3 motor yang salah satunya motor listrik dan peralatan perbengkelan, tapi juga mendapatkan biaya operasional BLKK sebesar Rp 300 juta pertahun. Bantuan operasional itu akan diberikan selama dua tahun, dan diupayakan bantuan operasional bisa berkelanjutan.

“Pelatihan gratis, dan bisa mendapatkan sertifikat yang nantinya bisa digunakan sebagai salah satu syarat masuk kerja,” terangnya.

Pembina Yayasan Kawit Annur Slawi, Kasriyanto menuturkan, pelatihan tidak hanya untuk santri, tapi juga masyarakat di sekitar ponpes. Nantinya, yang berminat untuk mendaftarkan diri karena kuota pelatihan terbatas. Sekali pelatihan, peserta hanya dibatasi 16 orang.

“Pelaksanaan pelatihan menunggu anggaran dari pusat turun,” katanya.

Ditambahkan, bantuan anggaran untuk pembangunan gedung senilai Rp 500 juta, dan anggaran pembelian alat sebesar Rp 350 juta. Sementara itu, anggaran pendampingan dari Yayasan Kawit Annur sebesar Rp 150 juta.

BERITA LAINNYA