Take a fresh look at your lifestyle.

PSBB Dinilai Menambah Perekonomian Lumpuh

415

SLAWI – Wabah Virus Korona (Covid-19) di Kabupaten Tegal telah memperburuk perekonomian masyarakat. Terlebih, jika Kabupaten Tegal memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang akan dilakukan Kota Tegal. Ekonomi masyarakat bisa lumpuh dan menambah jumlah pengangguran di Kabupaten Tegal.

“PSBB untuk mencegah penyebaran Virus Corona tidak efektif. Karena itu, kami tidak setuju jika Pemkab Tegal memberlakukan PSBB,” Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni di sela-sela kunjungan lapangan di Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Senin (20/4).

Dikatakan, PSBB yang mirip dengan lockdown di sejumlah negara belum ada yang berhasil 100 persen menghentikan Covid-19. Bahkan, lockdown di sejumlah negara tidak cukup hanya 14 hari. Mereka terus menambah waktu lockdown karena wabah itu belum bisa dihentikan. Jika hal itu dilakukan di Kabupaten Tegal, maka semakin menambah penderitaan masyarakat. Dia mengemukakan, kondisi masyarakat di arus bawah saat ini sangat memprihatinkan. Mereka banyak yang ingin mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Keinginannya itu bukan untuk mempersiapkan karantina atau isolasi mandiri guna menghindari Virus Korona, melainkan karena faktor ekonomi. Mayoritas mereka sudah tidak bekerja karena terdampak virus tersebut.

“Pendapatan mereka sekarang berkurang dengan situasi dan kondisi saat ini,” ujarnya.

Untuk itu, politikus muda yang akrab disapa Jeni ini menyarankan, Pemkab dan pemerintah desa di Kabupaten Tegal supaya memperbanyak memberikan bantuan masker kepada masyarakat. Selain itu, juga memberikan sosialisasi tentang jaga jarak sosial (social distancing), jaga jarak fisik (physical distancing), rajin cuci tangan pakai sabun dan pola hidup sehat.

“Kalau menurut saya, pekerjaan fisik dan padat karya Dana Desa lebih efektif dari pada PSBB,” kata Wakil Ketua Komisi III itu.

Jika melihat kondisi seperti itu, Jeni menyarankan agar kegiatan pembangunan infrastruktur kabupaten segera dilaksanakan kembali. Hal itu dinilai bisa menyerap banyak tenaga kerja. Begitu pula dengan DD untuk kegiatan padat karya supaya dilaksanakan setiap desa. Diharapkan, sektor ekonomi bisa kembali normal dan lapangan pekerjaan juga kembali terbuka.

“Sekarang kita tinggal berharap saja agar obat atau vaksin untuk memusnahkan Virus Korona segera ditemukan di Indonesia,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA