Take a fresh look at your lifestyle.

Proyek Jalingkut di Brebes Siap Dilanjutkan Tahun Depan

174

BREBES – Proyek Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) yang menghubungkan Kabupaten Brebes dengan Kota Tegal, dipastikan akan dilanjutkan di tahun 2020 mendatang. Proyek pembangunan jalan sepanjang 17,005 kilometer itu, akan dilanjutkan pembangunannya oleh pemerintah pusat setelah sudah 6 tahun lebih mangkrak.

Proyek jalingkut itu kali pertama dimulai pembangunannya tahun 2005 lalu dengan total anggaran sebesar Rp 205 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN sebesar 30 persen dan sisanya 70 persen dari bantuan luar negeri (Loan World Bank-red). Proyek yang dilaksanakan PT Bumirejdo itu sesuai rencana awal ditargetkan selesai pada September 2012, tetapi malah berhenti di tahun 2013 saat proses pembangunan baru mencapai 48 persen. PT Bumiredjo selaku kontraktor menghentikan pekerjaan karena pemerintah tidak membayar selam dua bulan. Sementara World Bank sudah menghentikan kerjasamanya dalam proyek tersebut, hingga akhirnya persoalan itu sampai ke jalur hukum.

Di Kabupaten Brebes, pintu masuk dan keluar Jalingkut berada di Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba. Sedangkan di Kota Tegal Berada di Kecamatan Tegal Barat. Namun Jalingkut di ruas Kota Tegal kini sudah dikerjakan, bahkan telah difungsikan. Sedangkan di Brebes masih mangkark. Pantauan SMpantura.com, jalan Jalingkut yang masih berupa tanah itu terbengkalai. Beberapa bangunan jembatan juga belum terselesakan. Di antaranya, jembatan Sungai Pemali, Jembatan Sungai Sigeleng dan Sungai Kaligangsa. Oleh masyarakat, jalan tanah tersebut hanya dimanfaat sebagai jalan alternatif menuju lahan tambak.

“Sesuai hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umun, proyek jalingkut ini dipastikan untuk dilanjutkan tahun depan,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Joko Gunawan.

Dia mengatakan, sebagai langkah persiapan, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum telah datang ke Brebes. Salah satunya untuk berkoordinasi dengan Pemkab Brebes, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Brebes. Koordinasi juga meliputi kesiapan lahan dan detail perencanaan dari kelanjutan proyek tersebut. “Kami memang sangat berharap proyek Jalingkut ini dilanjutkan,” katanya.

Menurut dia, ketika Jalingkut dilanjutkan dan sudah berfungsi, banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat Brebes. Selain kendaraan besar tidak masuk ke jalur dalam kota, keberadaan Jalingkut juga akan menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan. Di sisi ekonomi, Jalingkut bisa menjadi pemicu perkembangan perekonomian daerah. “Artinya, adanya Jalingkut ini, perkembangan kota bisa bergeser ke utara. Kami dari pemerintah daerah juga akan lebih mudah dalam menata kota karena kendaraan besar sudah tidak masuk,” pungkasnya.

(Setiawan/ Red2)

BERITA LAINNYA