Take a fresh look at your lifestyle.

Protokol Kesehatan Cafe dan Tempat Hiburan di Tegal Masih Longgar

88

TEGAL – Pelaksanaan protokol kesehatan (protkes) di sejumlah tempat hiburan malam dan cafe di Kota Tegal masih longgar. Itu terungkap, saat jajaran Dinas Kesehatan bersama aparat Kepolisian dari Polres Tegal Kota melakukan monitoring, Selasa (22/9) malam.

Umumnya, cafe dan tempat hiburan belum menerapkan protokol kesehatan seperti mengatur jarak aman antar pengunjung, memasang stiker larangan pada tempat duduk serta menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun di depan pintu masuk.

Bahkan, beberapa tempat yang disambangi petugas gabungan itu terpantau tidak menempatkan pegawai yang bertugas memeriksa suhu badan pengunjung sebelum masuk ke dalam ruangan.

“Masih banyak yang belum menerapkan protokol kesehatan. Poin pentingnya sudah dicatat petugas dan menjadi evaluasi,” terang Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Sri Primawati disela monitoring.

Catatan tersebut, kata Prima, akan terus dipantau setiap waktu hingga para pemilik cafe maupun pihak pengelola tempat hiburan memenuhi standar pelaksanaan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Selama masih belum terpenuhi, maka hal itu akan menjadi catatan khusus pihaknya, untuk kemudian disampaikan kepada dinas terkait. Apakah nantinya pengusaha cafe dan tempat hiburan akan dikenai sanksi sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) atau hanya diberi surat peringatan (SP).

“Kami hanya memonitoring sampai apa yang sudah ditetapkan itu dilaksanakan. Jika masih ada yang belum, maka kami terus awasi dan sanksinya akan diberikan dinas terkait,” pungkas Prima.

Adapun monitoring pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan dengan menyambangi sejumlah tempat, seperti diantaranya Karaoke Paradiso, sejumlah cafe di Komplek Citraland, beberapa cafe dan restoran di Komplek Kraton Residence, ZO Diskotik dan Happy Karaoke.

Sementara, Wakapolres Tegal Kota, Kompol Joko Wicaksono mengatakan, memenuhi tugas dan tupoksi, pihaknya ikut memonitor mana-mana saja tempat yang sudah dan belum lengkap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk tim penindakan, jajaran Kepolisian menyatakan mendukung kegiatan yang dilaksanakan Satpol PP sebagai stakeholder. Dalam Telegram (TR) Mabes Polri juga diperintahkan secara masif melakukan Operasi Yustisi.

“TR Mabes Polri, Yustisi tiga kali yakni pagi, siang dan sore dengan melibatkan jajaran di tingkat Polsek. Termasuk gabungan dari TNI, Satpol PP dan Dinas terkait,” tegasnya.

Joko membeberkan, selama melakukan monitoring dari hari ke hari, grafik pelanggaran cenderung mengalami kenaikan. Untuk itu, monitoring semakin masif dilakukan guna memberi edukasi dan penertiban. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA