Take a fresh look at your lifestyle.

Produk Pasta Bawang Merah Asal Brebes Dilirik Pasar Malaysia

201

BREBES – Produk olahan bawang merah asal Kabupaten Brebes, berupa pasta bawang kini dilirik pasaran di Malaysia. Sebelumnya, produk olahan yang digagas para petani di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes itu, telah menembus pasar ekspor ke Arab Saudi.

“Setalah Arab Saudi, Alhamdulillah produk olahan pasta bawang kami ini sekarang dilirik pasar di Malaysia. Bahkan, kami besok diminta mengirim contoh produknya kepada calon pembeli di Malaysia,” ungkap Ketua Kelompok Tani Sidomakmur, Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Juwari, Kamis (20/2).

Dia mengungkapkan, produk pasta bawang merah itu diproduksi oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Sinergi Brebes Inovatif, yang merupakan milik Kelompok Tani Sidomakmur. Pasta bawang tersebut pertama kali diproduksi untuk dipasarkan sejak awal Desember 2019. Kali pertama mendapat pasar untuk memenuhi permintaan dari Tanggerang. Namun permintaan awal itu sangat kecil. Kemudian berkembang, muncul permintaan dari Surabaya untuk memenuhi ekspor ke Arab Saudi. Ekspor ke Arab Saudi itu pihaknya mendapat kontrak sebanyak 56 ton, dengan waktu selama enam bulan, sejak Desember 2019 hingga Maret 2020. “Untuk permintaan ekspor ke Arab Saudi ini, kami sudah memenuhi sebanyak 36 ton dari nilai kontrak. Kami targetkan pertengahan Maret nanti sudah bisa dipenuhi seluruhnya,” ungkapnya.

Menurut dia, munculnya ketertarikan komsumen dari Malaysia, merupakan sebuah peluang besar. Menginggat, dari informasi yang diterima negara Jiran itu cukup banyak membutuhkan produk pasta bawang, dan selama ini dipenuhi dari India. “Ini prospek yang bagus bagi kami. Untuk saat ini, kami mampu memproduksi rata-rata per bulan sebanyak 14 ton,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk memproduksi dengan skala yang lebih besar, pihaknya masih terkendala dengan keterbatasan peralatan produksi. Sebab, peralatan yang digunakan masih sederhana. Bahkan, jenset untuk mengantisipasi listrik mati juga belum punya. Imbasnya, saat listrik padam, produksi terpaksa berhenti. Parahnya lagi, bahan baku yang diproduksi saat listrik mati akan terbuang percuma. “Seperti kemarin, saat listrik mati kami terpaksa membuang bahan baku yang sedang diproses sebanyak 120 kg. Ini karena rusak,” ujarnya.

Kendala lain, sambung dia, harga bahan baku bawang merah yang saat ini kondisinya naik turun. Ketika harga bahan baku tinggi, otomatis biaya produksi naik dan harga jual tidak bisa menutup biaya produksi. Di sisi lain, saat bahan baku murah, pihaknya tidak mempunyai gudang penyimpanan. Sehingga, tidak bisa menstok bahan baku. “Pasta bawang ini kami buat sebagai produk olahan bawang merah, sebagai alternatif untuk mengatasi anjlognya harga bawang merah. Sebab, selain praktis, pasta bawang juga bisa bertahan lama,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

BERITA LAINNYA