Take a fresh look at your lifestyle.

Pria Ini Jadi Orang Pertama Divaksinasi Covid-19 di Brebes

- Bupati Brebes Gagal Divaksin

179

BREBES – Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Brebes, M Rizki Ubaidillah, menjadi orang pertama di Kota Bawang yang divaksinasi Covid-19, dalam pencanangan vaksinasi Covid-19, di Aula RSUD Brebes, Senin (25/1). Rizki Ubaidillah hadir dalam kegiatan itu mewakili Ketua DPRD Brebes, M Taufik yang tidak bisa hadir.

Dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 tersebut, rencananya akan ada 10 pejabat publik yang akan divaksinasi. Bahkan, Bupati Brebes, Idza Priyanti sedianya akan menjadi orang pertama di Brebes yang divaksinasi. Namun Bupati tidak lolos dalam tes kesehatan awal, karena tekanan (tensi) darahnya tinggi mencapai 152/98. Sementara sesuai ketentuan, tensi darah bagi orang yang akan divaksin tidak boleh di atas 140.

Bahkan, dari 10 pejabat publik yang masuk dalam daftar vaksinasi, hanya 3 orang yang lolos tes kesehatan awal. Uki panggilan akrab M Rizki Ubaidillah ini, mendapat giliran pemeriksaan urutan ketiga. Pertama adalah Bupati Brebes Idza Priyanti, dan Kedua Wakil Bupati Brebes, Narjo. Namun keduanya tidak lolos tes kesehatan awal, sehingga gagal divaksinasi. Saat giliran Uki, ia ternyata lolos tes kesehatan awal dan bisa langsung divaksinasi.

Dari tiga orang yang lolos divaksinasi tersebut adalah M Rizki Ubaidillah, Kiai Sururul dari perwakilan tokoh agama dan Wakil Bupati Brebes Narjo. Wakil Bupati Brebes ini awalnya tidak lolos tes kesehatan, karena tensi darahnya tinggi. Bahkan, Narjo sempat mengulang hingga tiga kali untuk tes tekanan darah, tetapi hasilnya tetap sama. Tak hanya itu, alat pengukur juga sempat diganti tetapi tetap sama hasilnya tinggi. Namun setelah Wakil Bupati beristirahat selama sekitar satu jam lebih dan di tes ulang, baru bisa lolos dan divaksinasi.

“Alhamdulilah saya lolos syarat kesehatan, sehingga bisa divaksin, dan ternyata jadi orang yang pertama di Brebes,” tutur M Rizki Ubaidilah, usai dilakukan vaksinasi.

Dia mengatakan, dirinya menghadiri kegiatan pencanangan vaksin untuk mewakili Ketua DPRD dsn unsur pimpinan DPRD lainnya. Mereka tidak bisa hadir karena ada tugas penting. Sehingga, pihaknya yang mendapat mandat untuk hadir dalam kegiatan ini. “Pas divaksin, rasanya ya sakit, kaya orang di suntik pada umumnya,” sambungnya

Uki mengaku, awalnya memang ada kekhawatiran dan takut, tapi hal itu dinilai wajar. Apalagi, dalam kegiatan itu dirinya menjadi sukarelawan yang pertama kali disuntik vaksin, karena Bupati dan Wakil Bupati tensi darahnya tinggi. “Begitu divaksin ya rasanya biasa, tidak ada rasa pusing atau panas, hanya rasa sakit disuntik yang tersisa. Bahkan, dari hasil observasi tim dokter selama 40 menit setelah divaksin, saya tidak merasa gejala apa pun,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menghimbau, masyarakat Brebes untuk jangan takut divaksin Covid, karena ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi pendemi tersebut. Apalagi, tidak mungkin kebijakan yang dikeluarkan negara itu akan mencelakakan rakyatnya. Sebab, negara bertugas melindungi rakyatnya, termasuk dari sisi kesehatan. “Saya berharap masyarakat bisa mematuhi dan melaksanakan program vaksinasi Covid ini. Jangan takut dan jangan membuat hal-hal yang meresahkan, serta berita hoaks. Saya saja berani kok, dan sudah saya buktikan ini,” pungkasnya. (*)

 

BERITA LAINNYA