Take a fresh look at your lifestyle.

PPT Puspa Kota Tegal Siap Dampingi Korban Kekerasan

170

TEGAL-Seiring peningkatan predikat Kota Tegal sebagai Kota Layak Anak kategori Madya, Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Puspa Kota Tegal menggelar audiensi dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Senin (29/7).

Wali kota didampingi Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus pemerhati anak Roro Kusnabila Dedy Yon, dan istri wakil wali kota Dyah Probondari, di Ruang Kerja Wali Kota di Kompleks Balai Kota Tegal.

Hadir dari PPT Puspa yang diketuai Agus Dwi S, Hamidah Abdurahman, Ratna Edy Suripno, dan anggota dari berbagai keterwakilan bidang sosial, psikolog, penegak hukum dan kesehatan.

Agus Dwi S menyampaikan tujuan dibentuknya PPT Puspa yakni memadukan penanganan kasus kekerasan yang terjadi dan upaya pencegahan kekerasan lintas instansi baik aparat penegak hukum, psikolog, pekerja sosial, keagamaan, kesehatan, pemda dan pihak terkait lain, agar lebih berkualitas.

Layanan yang diberikan mulai dari pengaduan, rehabilitasi kesehatan, sosial, bantuan hukum, reintegrasi sosial dengan melibatkan psikolog, tokoh agama/masyarakat, edukasi dan informasi.

Hamidah Abdurahman dalam kesempatan tersebut mengharapkan dukungan wali kota untuk pencegahan diri pada anak lebih ditingkatkan khususnya melalui lembaga pendidikan.

Ratna Edi Suripno juga menekankan sinergi antar berbagai pihak ketika kasus kekerasan terjadi lebih ditingkatkan. Sehingga tidak ada lagi korban kekerasan maupun pelaku usia anak yang justru harus dikeluarkan dari sekolah, dan kehilangan masa depannya.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Dedy Yon mengapresiasi keberadaan PPT Puspa. Dedy mengharapkan ke depan lebih banyak memberikan perhatian pada anak usia lebih dini.

Karena mereka lebih berpotensi terperdaya karena belum memahami potensi bahaya yang muncul di sekitarnya. Juga melibatkan ibu-ibu PKK agar lebih tersosialisasi bahaya ancaman kekerasan.

Untuk sinergitas, ke depan akan diadakan rakor berbagai instansi terkait agar lebih meningkatkan komitmen dalam menangani pencegahan dan kasus yang terjadi. (Setya/Red)

BERITA LAINNYA