Take a fresh look at your lifestyle.

Posyandu Remaja Tekan Angka Pernikahan Dini

222

BALAPULANG – Angka pernikahan dini di Kabupaten Tegal cukup tinggi akhir-akhir ini. Upaya untuk menekan angka tersebut, Pemerintahan Desa Kaliwungu, Kecamatan Balapulang, mengembangkan Posyandu Remaja. Hingga kini, sudah ada sekitar 30 remaja yang tergabung dalam Posyandu Remaja itu.

“Mereka aktif melakukan kegiatan pertemuan setiap sebulan sekali. Mereka pastinya akan berpikir untuk menikah muda, jika sudah mengetahui dampaknya,” kata Kepala Desa (Kades) Kaliwungu, Ahmad Kusen, Senin (10/3).

Dikatakan, Posyandu Remaja yang didirikan beberapa bulan lalu, memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, gizi, pedoman hidup sehat (PKHS), Penyakit Tidak Menular (PTM), masalah kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bagi remaja, serta menciptakan wadah bagi generasi muda sebagai tempat pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat.

“Termasuk pengetahuan tentang stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama,” terangnya.

Menurut dia, remaja harus dibekali dengan pengetahuan tentang pengasuhan anak. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi stunting pada anak-anak mereka. Biasanya, kondisi tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan akibat pernikahan dini. Jika remaja dipersiapkan sedini mungkin saat sebelum menikah, maka akan muncul generasi penerus bangsa yang unggul.

“Pendidikan anak diawali dari keluarga. Jika pendidikan di keluarga baik, maka anak kemungkinan juga akan lebih berkualitas,” kata Sekretaris Paguyuban Pradja Kabupaten Tegal itu.

Lebih lanjut dikatakan, Posyandu Remaja yang bekerjasama dengan Bidan Desa dan Puskesmas Balapulang itu, juga diharapkan bisa ikut serta dalam menyosialisasikan program pemerintah. Saat ini, Pemkab Tegal gencar melakukan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Posyandu Remaja juga salah satunya untuk menjadi kades kesehatan desa. Jika ada ibu hamil yang berisiko tinggi, Posyandu juga berkewajiban untuk memberikan edukasi dan menginformasikan keberadaan ibu itu ke Puskesmas setempat,” harapnya.

Ditambahkan, program Keluarga Berencana (KB) di desanya terbilang sukses. Hal itu dibuktikan sulitnya sejumlah Sekolah Dasar (SD) untuk mencari siswa. Bahkan, para guru SD harus door to door untuk mencari siswa.

“Kesejahteraan tentunya meningkat, karena beban semakin ringan saat memiliki sedikit anak. Adanya Poyandu Remaja juga akan lebih menyukseskan program KB,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

 

 

 

BERITA LAINNYA