Take a fresh look at your lifestyle.

Poltek HB Tegal Gembleng Petambak di Muarareja

151
  • Atasi Melejitnya Harga Pakan Ikan

TEGAL – Tiga dosen Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) Tegal, kini secara bertahap menggembleng 40 petambak ikan di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal, dengan pelatihan membuat pakan alternatif untuk berbagai jenis ikan air payau.

Kegiatan pelatihan yang merupakan salah satu Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tiga dosen Program Studi (Prodi) D3 Farmasi perguruan tinggi itu, digelar sejak Kamis (18/7). ”Kami menggelar pertemuan untuk pelatihan ini sebanyak tiga kali, di Balai Kelurahan Muarareja,” terang Ketua Tim PKM Kusnadi MPd.

Dia bersama dua dosen lainnya, Sari Prandari MM Apt dan Prasetya Putra Nugraha MPd, sengaja menggelar kegiatan bertajuk ”Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Alteratif Pada Kelompok Petambak di Kelurahan Muarareja”, karena ingin memberi perubahan keekonomian terhadap petambak di daerah pesisir pantai tersebut.

Nilai keekonomian dimaksud, antara lain, dengan membuat pakan ikan alternatif, maka dapat menekat harga produksi atau mengelola tambak ikan yang menyedot biaya cukup tinggi. Biaya cukup tinggi, menurut dia, karena petambak sering dihadapkan pada beberapa hal. Seperti melejitnya harga pakan ikan, dan gangguan cuaca yang dapat menimbulkan berbagai penyakit terhadap ikan di areal tambak.

Dengan pelatihan itu, dia berharap dapat mendorong petambak untuk dapat membuat sendiri pakan ikan alternatif. Karena hasilnya juga sudah teruji. Petambak pun menyambut gembira kegiatan pelatihan tersebut.
”Kami memanfaatkan limbah filet, yang selama ini dinilai cukup mengganggu lingkungan. Seperti membuat wilayahnya kotor dan bau bangkai, bau amis cukup menyengat. Kami manfaatkan limbah ini karena potensi ketersediaan limbahnya cukup besar,” tandas dia.

Belum Dimanfaatkan
Pihak Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, dan Pemkot Tegal, menyambut baik PKM yang dilaksanakan tiga dosen Prodi D3 Farmasi Poltek HB Tegal. Bahkan wilayah lain di Tegal Barat pun, seperti Kelurahan Tegalsari yang masih satu kecamatan dengan Kecamatan Tegal Barat, perlu mendapat pelatihan seperti itu. Karena ada limbah filet di wilayah tersebut yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk pelatihan tersebut, dilakukan dengan menggembleng 40 petambak yang tergabung dalam Kelompok Petambak ”Pokdakan Tambak Jaya”. Mereka diajari bagaimana cara pembuatan pakan ikan yang baik dan berkualitas, serta dapat menghasilkan pakan ikan apung. Bahan-bahan yang dibutuhkan, antara lain, limbah filet berupa kepala, tulang, dan sisa daging ikan. Sebelum dibuat tepung ikan, dilakukan proses perebusan, penjemuran dan penggilingan. Kemudian baru digiling menjadi tepung ikan. 

Saat dilakukan penggilingan, ada bahan tambahan lainnya. Seperti bekatul, ampas tahu, ampas tepung jagung, ampas tepung kedelai, ampas tepung tapioka maupun suplemen lainnya. Hal itu dinilai tim PKM, antara lain, dapat memberikan nutrisi dan kandungan protein, lemak, maupun karbohidrat.

Anggota tim PKM Sari Prabandari mengatakan, kegiatan tersebut juga memang sangat kental dilatarbelakangi dengan adanya kenaikan harga bahan baku pakan ikan. Akibatnya, harga jual pakan ikan menjadi naik. “Padahal, dari komponen biaya produksi dalam budidaya ikan payau, biaya pakan kerap dapat mencapai sekitar 60 persen hingga 80persen,” terang dia.

Mata Pencaharian
Wilayah Kelurahan Muarareja yang banyak terdapat area petambakan, dan menjadi mata pencaharian banyak warga, dengan budidaya ikan payau, tentu kondisi itu menimbulkan persoalan cukup pelik. Apalagi ditambah dengan kondisi area tambak dengan luas satu hektar di Kelurahan Muarareja, umumnya dijaga satu buruh tambak. 

”Mereka bekerja setiap hari. Karena pemilik tambak mempercayakan lahannya pada buruh  tambak untuk mengelola dan menjaganya. Kehidupan masyarakat petambak buruh di Kelurahan murareja pada umumnya tergantung dari usaha hasil usaha tambak, untuk memenuhi kebutuhan fisik minimum atau kebutuhan konsumsi keluarga,” ucap dia. 

Tak jarang buruh tambak dan pemilik lahan mengalami hasil yang pas-pasan, bahkan rugi. Karena banyak tantangan mengelola tambak yang dinilainya cukup berat. Antara lain, harga pakan ikan yang tinggi, dan faktor penyakit ikan. Harga pakan ikan yang tinggi dialami petani tambak dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya ikan tambak. 

Menurut Ketua Tambak Jaya Muarareja Abu Dirman dengan kegiatan tersebut, kesulitan yang dialami buruh tambak dan pemilik lahan mulai ada solusinya. Karean pembuatan pakan ikan alternatif. Di sisi lain, petambak juga kian sadar, bahwa limbah yang selama ini dinilai menganggu lingkungan, ternyata bermanfaat besar bagi keberhasilan budidaya ikan payau.

Dia menilai dengan adanya produk pakan ikan alternatif dari limbah filet ikan, diharapkan tidak ada lagi limbah filet ikan yang terbuang percuma. Karena benar-benar dapat menekan harga produksi mengelola tambak. “Pakan ikan alternatif ini cukup besar pengaruhnya baik terhadap hasil panenan ikan, maupun keuntungan yang didapat petambak. Terimakasih Poltek HB Tegal,” terang dia.

(Riyono Toepra/ red38)

BERITA LAINNYA