Take a fresh look at your lifestyle.

Polres Tegal Kota Waspadai Tempat Hiburan Malam 

175
  • Ditengarai Lahan Empuk Peredaran Narkoba

TEGAL – Penangkapan dua pemandu lagu (PL) yang diduga mengonsumsi dan mengedarkan Narkotika Golongan I jenis Sabu, oleh Unit Reskrim Polsek Tegal Timur, membuat seluruh jajaran Polres Tegal Kota, kini terus mewaspadai keberadaan tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dan diskotik.

Untuk tempat hiburan malam seperti karaoke, lebih banyak berada di tiga dari empat kecamatan di Kota Tegal. Yakni di Kecamatan Tegal Timur, Kecamatan Tegal Barat, dan Kecamatan Tegal Selatan. ”Atas penangkapan dua PL ini, kami telah ditegaskan kembali oleh Kapolres untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab sangat memungkinkan pengedar narkoba lebih senang memilih sasaran konsumennya atau pemakainya di tempat hiburan malam,’ terang Kapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro Wibowo SH MH.

Didampingi Panit 1 Iptu Tarsono SH dan Panit 2 Aiptu Nuridin SH, dia akan sering menerjunkan personelnya untuk mengendus lokasi yang kerap menjadi sasaran empuk peredaran narkoba.

Perbanyak Penyuluhan
Di sisi lain, pihaknya juga kini akan memperbanyak penyuluhan kepada para pelajar SMP dan SMA, agar para pelajar itu tak mudah tergiur untuk mencicipi atau memakai narkoba. Penyuluhan dilakukan dengan mendatangi sejumlah sekolah di wilayah hukumnya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi didampingi Kasat Narkoba Iptu Bambang Margono, jauh sebelumnya menyatakan jika wilayah hukumnya masih merupakan daerah merah peredaran berbagai jenis barang terlarang tersebut. Mulai dari ganja, sabu hingga obat-obatan terlarang lainnya. ”Karena itulah, pengembangan penyidikan atas kasus narkoba ini akan terus ditingkatkan. Beberapa pengedar yang sudah ditangkap, bukan berarti mematikan atau membuat jera pengedar lainnya untuk terus mencari sasaran pemakai barang-barang yang dilarang ini. Tapi pengedar pasti akan mencari saat yang tepat untuk mencari sasaran yang tepat,” tandas dia didampingi Kasatres Narkoba Iptu Bambang Margono.

Apalagi di Kota Bahari tersebut, banyak tempat hiburan malam seperti diskotik maupun tempat karaoke. Juga warung remang-remang, maupun warung lesehan yang berada di ditrotoar di sejumlah ruas jalan utama dalam kota.

Cukup Tinggi
Dinamika masyarakatnya juga cukup tinggi. Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pegawai swasta lainnya. Bahkan sampai dini hari sampai menjelang subuh, masih banyak warga lainnya yang beraktivitas dengan berbagai kegiatannya. Untuk pengungkapan kasus narkoba, tahun 2017, jumlah tersangkanya di Polres Tegal Kota mencapai 28 orang. Tahun 2018, turun menjadi 27 tersangka. Tahun ini, hingga pekan terakhir bulan Juli, jumlah tersangkanya sudah di atas tujuh orang.

Untuk mengungkap kasus peredaran narkoba, dengan menangkap pelakunya dan menyita barang buktinya, tidaklah mudah. Perlu dilakukan cara-cara penyelidikan dengan operasi khusus kepolisian yang ditingkatkan. Apalagi dalam pengungkapan kasus itu, paling tidak pengedarnya atau kurirnya, harus tertangkap tangan sedang bertransaksi dengan pembeli atau pemakainya, kedapatan membawa barang terlarang dimaksud. Hal itu agar pelaku tidak mudah mengelak ketika disergap personel reserse narkoba atau personel reserse di tingkat polsek.

Salah satu upaya untuk membongkar kasus narkoba, antara lain, mengembangkan informasi yang masuk berkait sepakterjang pengedarnya. Atau menemukan seseorang yang ditengarai kerap mengonsumsi narkoba seperti sabu maupun ganja. Hal itu telah dilakukan jajaran Unit Reskrim Polsek Tegal Timur, dan akhirnya dapat menangkap dua PL yang bertindak sebagai pemakai dan pengedar sabu, pekan lalu.

(Riyono Toepra/red38)

BERITA LAINNYA