Take a fresh look at your lifestyle.

Polres Tegal Kota Terus Waspadai Tembakau Gorila

142

* Dikhawatirkan Merambah Pelajar yang Merokok

TEGAL – Selain terus memburu pengedar dan pemakai narkoba seperti Ganja dan Sabu, Polres Tegal Kota kini terus mewaspadai peredaran Tembakau Gorila, yang kini mulai merambah sejumlah konsumen di Kota Tegal.

Hal itu setelah Unit Reskrim Polsek Tegal timur mengungkap transaksi dan peredaran barang terlarang tersebut, pekan lalu. Tercatat, satu pengedar dan tiga konsumennya dibekuk, setelah dilakukan penyelidikan selama dua pekan.

”Tembakau ini (Tembakau Gorila) kan dikonsumsi seperti layaknya orang merokok. Jadi tidak kentara kalau ada orang merokok, dan ternyata bahan rokoknya berasal dari tembakau yang dilarang ini,” ucap Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes, saat merilis pengungkapan kasus tersebut, di Mapolsek Tegal Timur, Jumat (13/9) lalu.

Hanya saja, lanjut dia, efek sampingnya akan mudah diketahui ketika pemakai tembakau tersebut dikonsumsi. Misalkan, tiba-tiba orang yang merokok tembakau itu, jatuh atau tertidur pulas. Hampir sangat susah dibangunkan. Atau, pemakainya kemudian merasa bersikap tenang, dan berhalusinasi.

Itu karena efek dari bahan campuran yang disemprotkan ke jenis tembakau super atau dari daun Kats. Zat atau bahan campuran yang sering digunakan untuk tembakau gorila, antara lain, Leonis Leonurus.

Zat tersebut memiliki kandungan sedatif (penenang) tinggi. Sering digunakan sebagai campuran ganja di sejumlah negara, dan sering disebut dengan Gors atau Gori oleh penggunanya.

Kemudian AB-Chminaca. Itu sering ditemukan di ganja sintetis. Membuat penggunanya mudah kecanduan, dan dapat menurunkan kinerja otak. Mangakibatkan pemakai atau penggunanya mengantuk dan tertidur pulas.

Masih Jarang

Di Jateng, menurut dia, memang masih sangat jarang ditemukan peredaran tembakau tersebut. Meski begitu, dengan terungkapnya kasus peredaran tembakau gorila di wilayah hukumnya, membuat jajarannya bekerja ekstrakeras.

Terutama untuk mencegah peredarannya meluas, dengan cara membongkar dan menangkap pelaku pengedarnya hingga ke penggunanya. ”Ya jangan sampai merambah ke anak muda. Seperti kalangan pelajar,” ucap dia.

Karena itulah, pihaknya sangat senang dengan peran orang tua dan para guru untuk mencegah agar pelajar tidak merokok. Sebab selain kebiasaan merokok jelek bagi kesehatan, juga dengan kebiasaan itu pelajar akan mudah terbawa mencoba-coba tembakau terlarang itu.

Perlu diketahui, Unit Reskrim Polsek Tegal Timur Polres Tegal Kota, dipimpin Panit 2 Reskrim Aiptu Nuridin SH, menangkap empat orang pelaku peredaran Tembakau Gorila. Penangkapan itu berawal dari tertangkapnya seorang tukar parkir sebuah minimarket di Jl Pancasila, sekitar pukul 01.30, Selasa (10/9).

Tukang parkir kendaraan yang ditangkap adalah Dwi Priyono alias Ucil (26). Dia membelinya dari tetangga rumahnya, Yanuar Iskandar alias Keplek (34) di Jl Jeruk, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Dari pengakuan Keplek, akhirnya terungkap, Tembakau Gorila itu telah diedarkan atau dijual ke dua orang kenalannya yang lain. Yakni, Riyo Priyatno alias Bayong (23), warga Jl Panggung Timur, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Kemudian Fery Kurniawan (24) warga Jl Abimanyu, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur. Keduanya ditangkap saat tengah berpesta barang terlarang di rumah kos teman wanitanya , di Jl Citarum, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA