Take a fresh look at your lifestyle.

Polres Tegal Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri di Yamansari

69

SLAWI- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan pasangan suami istri , Handi Purwanto (30) dan Citrawati (25) warga Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Rabu (19/8).

Rekonstruksi digelar di Ruang Sanika Satyawada, Mapolres Tegal. Ada 27 adegan yang diperagakan oleh pelaku , Ade Setiawan/AS  (31), sedangkan dua korban pasutri diperagakan oleh dua pegawai Satreskrim.

Dari hasil rekonstruksi tersebut tergambar pelaku menganiaya kedua korban menggunakan golok. Kedua korban akhirnya meninggal dunia, termasuk janin yang berusia 8 bulan dalam kandungan Citrawati. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/7)  lalu.

Sebanyak 27 adegan rekonstruksi  diawali dengan datangnya AS ke rumah Handi Purwanto di Desa Yamansari hingga menghabisi kedua korban. Rekonstruksi dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Slawi, Andi Siti Chandra.

Meski dalam kondisi tangan terborgol, AS dapat melakukan reka ulang tersebut dengan baik dan lancar. Mulai dari dia datang ke rumah Handi, mengobrol dengan korban, menampar Citrawati karena sakit hati mendapat kata-kata kasar hingga akhirnya menganiaya kedua korban menggunakan senjata tajam, yang mengakibatkan kedua korban tewas.

Dalam rekonstruksi itu, diketahui pelaku datang ke rumah korban membawa jerigen berisi bensin dan tas ransel berisi golok.

Selanjutnya, pelaku masuk bersama korban Hendi ke dalam rumah. Keduanya sempat berbincang-bincang sesaat, hingga kemudian korban Citrawati mendatangi keduanya. Saat itulah, Citrawati melontarkan kata-kata kasar terhadap tersangka. Lantaran emosi, tersangka kemudian berdiri dan langsung menamparnya. Pelaku merasa emosi karena terus ditagih membayar hutang.

AS lalu keluar rumah dan mengambil jerigen berisi bensin yang dibawanya. Ia  menawarkan pada Handi untuk membakar dirinya, daripada  dirinya terus didesak membayar hutang dan melunasi saat itu.

Hal tersebut ditolak oleh Handi. Bahkan korban mengatakan tidak harus membayar hutang  sekarang.

Menurut pengakuan AS, setelah kejadian tersebut, Citrawati masih terus mengomel. Hal ini semakin menyulut emosinya hingga dia mengambil golok dan mengacung-acungkan padanya.

Saat melihat pelaku lengah, Handi berusaha merebut golok yang dipegang AS. Namun, pelaku kembali merebut goloknya  dan langsung mengayunkan ke arah Handi, hingga korban terjatauh. Pelaku terus melakukan hingga korban tak bergerak.

Citrawati yang melihat hal itu langsung menarik rambut pelaku dari arah belakang. Pelaku lalu berbalik arah dan mengayunkan senjata tajam itu ke tubuh perempuan itu. Citrawati berusaha menyelamatkan diri.

AS menuturkan, dirinya sempat duduk dan termenung di dekat mobil korban yang ada di garasi. “Saya menyesal telah membunuh teman saya,”tuturnya.

Namun, saat merenung itulah ia melihat Citrawati melintas. Kata-kata kasar yang dilontarkan perempuan tersebut kembali terngiang , apalagi telah membawa-bawa nama istrinya. Pelaku kembali mengejar Citrawati dan menghujaminya dengan sabetan senjata tajam.

Pelaku mengejar Citrawati hingga di rumah tetangga yang ada di belakang rumah korban. Beberapa kali mendapat sabetan benda tajam, Citrawati terjatuh dan tak bergerak.

Pelaku mengaku saat itu, dia sempat pingsan di lokasi yang tak jauh dari rumah korban, sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Lebaksiu.

Dihadapan jaksa Andi Siti Chandra, pelaku mengaku telah tiga kali membawa bensin ke rumah korban. Sementara golok baru dia bawa pada malam kejadian. Pelaku menuturkan, sejak Januari lalu, dia kerap dimaki oleh istri kurban.

Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang melalui Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi mengatakan, untuk berkas perkara sudah diajukan ke Kejaksaan. Tinggal menunggu petunjuk dari Kejaksaan. Apabila ada yang harus dilengkapi maka akan segera dilengkapi.

“Tidak ada tambahan, rekonstruksi sesuai pengakuan tersangka pada penyidik,”jelasnya.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Slawi Andi Siti Chandra  mengatakan,  dari proses rekonstruksi diketahui pembunuhan dilatarbelakangi sakit hati dan emosi pelaku karena makian korban. Awalnya, tersangka hanya ingin menghabisi korban perempuan.

“Kalau dari proses rekonstruksi awalnya mengarah ke istrinya. Namun, karena pada saat itu suami ada di tempat akhirnya keduanya tewas di tangan pelaku. Tadi saat rekonstruksi, pelaku sempat menyesali perbuatan pada suami korban yang juga temannya,”terang Andi Siti Chandra.(Sari/Red-06)

 

 

 

BERITA LAINNYA