Take a fresh look at your lifestyle.

PMI Gandeng SMA 1 Slawi Gelar Donor Darah

70

SLAWI– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bersama SMA 1 Slawi mengadakan kegiatan donor darah, Selasa (9/3). Donor darah yang diadakan di aula sekolah tersebut, merupakan donor darah perdana yang dilakukan sejak pandemi Covid-19.

Seluruh siswa, guru dan karyawan mengikuti kegiatan tersebut, dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, juga mengikuti pengukuran suhu tubuh di pintu masuk sekolah dan skrining kesehatan.

Kepala SMA 1 Slawi, Mimik Supriyatin mengatakan, sebelum pandemi, kegiatan donor darah rutin dilakukan SMA 1 Slawi satu kali setiap semester. Namun, dengan adanya pandemi dan siswa melakukan pembelajaran secara daring, kegiatan donor darah menjadi tertunda selama setahun ini. Donor darah sukarela dilaksanakan kembali, setelah pihaknya mendapat informasi bahwa stok darah di PMI menipis selama masa pandemi.

“Dengan adanya informasi dari PMI bahwa stok darah menipis, kami langsung siap untuk membantu. Sebab, di luar sana banyak orang yang berharap mendapatkan darah,”terang Mimik.

Bersamaan dengan kegiatan donor darah, di sekolah yang menyandang predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak ini juga diadakan pendidikan masyarakat lalu lintas dan sosialisasi protokol kesehatan bagi siswa oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tegal.

Wakil Kepala SMA 1 Slawi Bidang Kesiswaan, Neni Dwi Agustini menambahkan, dalam kegiatan itu diperoleh 42 kantong darah, terdiri atas golongan A sebanyak 11 kantong, golongan B 15 kantong dan golongan 11 kantong dan golongan AB 5 kantong.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo menyampaikan, terima kasih terhadap warga sekolah yang telah mendonorkan darahnya secara sukarela. Selama pandemi Covid-19, kegiatan donor darah sukarela di sekolah menjadi tertunda. “Sebenarnya mereka menunggu kita (PMI), tapi kita juga masih mempertimbangkan apakah kegiatan ini dibolehkan atau tidak,”terangnya.

Iman menyebutkan, PMI mengadakan donor darah di sekolah, setelah mendapat dukungan surat dari Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang membolehkan kegiatan donor darah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, juga adanya dukungan rekomendasi Bupati Tegal selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal. Selama pandemi, PMI Kabupaten Tegal pernah kekurangan stok darah cukup banyak.

“Kebutuhan darah sebanyak 1.500 kantong per bulan. Saat awal pandemi, sempat 50 persen kurangnya. Tapi Alhamdulillah sekarang mulai terpenuhi 1.000 sampai 1200 kantong,”jelasnya. (*)

BERITA LAINNYA