Take a fresh look at your lifestyle.

PKB Desak Pemkab Cairkan Insentif Nakes

72

SLAWI,smpantura.com – Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi geram dengan kinerja Pemkab Tegal yang belum mencairkan uang insentif bagi tenaga kesehatan (nakes). Tidak tanggung-tanggung, insentif nakes yang belum dibayarkan selama delapan bulan sejak November 2020.

“Ini sangat memprihatinkan. Kenapa bisa delapan bulan belum dibayarkan,” tegas Firdaus saat dihubungi, Kamis (8/7).

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Tegal periode 2014-2019 itu mengetahui saat dirinya vaksin Covid-19 di Puskesmas Lebaksiu. Ia merasa miris dengan informasi itu, karena anggaran untuk insentif nakes yang sebelumnya dianggarkan melalui APBN, sejak November 2020 sudah dianggakan dalam APBD. Hal itu dinilai lebih mudah dalam mencairkan insentif nakes, karena bisa dicairkan lewat daerah.

“Dianggarkan dalam APBD malah lebih rumit. Jika karena persoalan administrasi, kenapa tidak sambil jalan saja,” ujarnya.

Firdaus menilai bahwa kondisi saat ini adalah kondisi darurat. Nakes merupakan ujung tombak dalam penanganan Covid-19. Uang insentif bagi nakes dinilai sangat penting untuk memberikan reward atas kinerjanya. Ia kecewa dengan Pemkab Tegal karena tidak segera mencairkan anggaran tersebut.

“Kalau sebulan atau dua bulan masih bisa ditoleransi. Ini sudah delapan bulan, mau sampai kapan tidak dicairkan,” serunya dengan nada tinggi.

Selain itu, Firduas juga memperingatkan kepada Pemkab untuk segera mengusulkan penambahan vaksin. Hal itu dikarenakan stok vaksin sudah menipis. Sebelumnya, ia berniat melakukan vaksin di RSUD Dr Soeselo Slawi. Namun, pihak rumah sakit menginformasikan vaksin Covid-19 kosong. Saat akan vaksin di Puskesmas Lebaksiu pada beberapa hari lalu, juga mengalami kekosongan vaksin.

“Hari ini, bari bisa vaksin karena vaksinnya baru datang. Ini harus segera diantisipasi,” ujarnya.

Ditambahkan, antusias masyarakat untuk vaksin mulai tinggi. Hal itu harus disikapi dengan ketersediaan vaksin. Ia juga meminta untuk setiap rumah sakit, puskesmas dan tempat kesehatan lainnya bisa menyuntikan vaksin Covid-19. Kondisi itu dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan masyarakat yang berniat untuk vaksin.

“Antusias masyarakat tinggi, sehingga harus direspon dengan baik,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA